Skip to content

Opsi Pilihan
Teks :
Kriteria Pencarian :
Teritori/Negara :
Kategori Produk/Produk :
Tipe Berita :
My Favorites:
 

Akankah pasokan PE dari China membanjiri Asia Tenggara?

Oleh Merve Sezgün - msezgun@chemorbis.com
  • 17/05/2019 (05:44)
Pasokan PE berlebih dari China menimbulkan pertanyaan apakah para pemasok China akan segera mengalihkan alokasi mereka ke tujuan ekspor, terutama ke Asia Tenggara, dalam waktu dekat.

Berdasarkan para trader di China, pasokan polyolefin secara umum dari dua produsen domestik masih pada kisaran 1 juta ton pekan ini dan permintaan saat ini tidak cukup tinggi untuk menyerap pasokan yang tinggi. Situasi memburuk karena peningkatan tensi dagang dengan AS dimana para pembeli telah menepi dan menunda pembelian mereka.

LLDPE China mencatatkan kenaikan di Indonesia

Salah satu penghasil tas plastik di Indonesia melaporkan bahwa mereka menerima penawaran LLDPE film untuk material China pekan ini. Ia mengatakan, "Penjual tersebut bersedia untuk menegosiasikan harga mereka. Kami mendengar bahwa beberapa penjual di China telah mengalihkan perhatian mereka ke tujuan ekspor karena penurunan permintaan di pasar domestik mereka."

Pasokan domestik yang mencukupi diperburuk oleh impor pada rekor tinggi

Seorang trader berbasis di Singapura menekankan bahwa para trader China telah membeli kargo PE impor dalam jumlah besar pada beberapa bulan mendatang sejalan dengan prediksi bahwa perang dagang akan segera berakhir. "Kami juga berharap bahwa kedua pihak akan mencapai kesepakatan. Namun, perang dagang kembali meningkat dan kondisi ini telah mendorong penurunan harga lanjutan di China," Ia mengatakan.

Statistik menunjukan bahwa impor kumulatif PE China pada kuartal pertama mencapai sekitar 4 juta ton mencapai rekor tertinggi. Total impor LLDPE menyentuh level tertinggi dalam 16 tahun. Kondisi ini juga ditambah dengan pasokan berlebih di domestik China.

Asia Tenggara menawarkan keunggulan untuk para penjual China

Pasar LLDPE film domestik China menyentuh level terendah sejak 2009 sementara itu harga berbasis CFR China telah turun dibawah level $1000/ton. Data dari ChemOrbis Price Index menyebutkan bahwa rata-rata mingguan harga LLDPE film berbasis CFR Asia Tenggara saat ini mencatatkan keunggulan sebesar $50-55/ton atas pasar impor China.

Berdasarkan fakta tersebut, para trader China mungkin akan segera mencari peluang untuk mengalihkan penawaran PE ekspor ke Asia Tenggara.

Faktor penurunan bertambah di Asia Tenggara

Sementara itu, di Asia Tenggara harga PE impor tidak mencatatkan perubahan lebih dari $5-10/ton dalam tiga bulan terakhir. Pasar tertekan antara desakan dari penjual Timur Tengah untuk kenaikan harga dan tekanan dari pasokan AS yang mencukupi.

Berdasarkan beberapa pelaku pasar di regional, pasar yang sedang mencari tren harga mungkin akan berakhir karena berbagai faktor penurunan, terutama kejatuhan di China.

"Permintaan regional telah mengecewakan, mendorong para pemasok utama PE untuk mundur dari upaya kenaikan mereka dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi pasar yang lesu dan tren penurunan di China mungkin akan menahan pasar impor Asia Tenggara tetap dalam tekanan turun," pendapat seorang trader.

Trader regional lainnya menambahkan, "Fakta bahwa harga impor telah mencatatkan penurunan pekan ini karena batas rentang harga pasar secara umum mulai menghilang dari pasar."
Gratis Trial
Login Anggota