Skip to content

Opsi Pilihan
Teks :
Kriteria Pencarian :
Teritori/Negara :
Kategori Produk/Produk :
Tipe Berita :
My Favorites:
 

Akankah permintaan ABS yang rendah di Asia menutupi kenaikan karena biaya?

Oleh Merve Madakbaşı - mmadakbasi@chemorbis.com
  • 28/06/2019 (06:19)
Margin negatif dari para produsen ABS dan juga kenaikan harga spot butadiena di Asia membantu harga impor kembali naik sejak pertengahan Juni di China. Namun, pasar ABS Asia Tenggara tidak responsif dengan kenaikan ini terutama karena minat beli yang lesu.

Margin yang buruk memaksa produsen ABS untuk menekan produksi

Para produsen ABS di regional memutuskan untuk menekan tingkat operasional di awal Juni sebagai upaya untuk mengatasi margin negatif mereka mempertimbangkan biaya stirena dan butadiena yang tinggi. Para pemasok menerapkan kebijakan kestabilan menuju kenaikan harga karena mereka merujuk pada kenaikan harga spot stirena di paruh pertama bulan Juni.

Lebih lanjut lagi, harga spot butadiena naik mendekati $1100/ton FOB Korea pada pertengahan Juni, $80/ton diatas level harga akhir Mei, yang berkontribusi terhadap tren kenaikan pada ABS hilir.

Aktivitas tertekan oleh periode akhir yang sepi

Banyak pelaku pasar sepakat bahwa kenaikan yang baru terjadi pada ABS sebenarnya didorong oleh kenaikan biaya. Karena itu, kenaikan yang baru diterapkan tidak mendorong banyak minat beli dari para konverter di China.

“Para penghasil secara umum terus membeli berdasarkan kebutuhan mereka saat ini. Periode sepi untuk beberapa produk dan fluktuasi harga stirena menahan permintaan lesu,” pendapat seorang pelaku pasar di China.

Apakah pasar hulu menarik dukungan dari ABS?

Harga spot stirena secara bertahap naik dalam tiga pekan pertama bulan Juni. Namun, harga turun tipis pekan ini berbasis FOB Korea, menghapus kenaikan sebelumnya awal bulan ini.

Lebih lanjut lagi, harga spot ACN terkoreksi turun mulai dari akhir Mei setelah kenaikan terus menerus sepanjang beberapa bulan lalu akibat kelangkaan global.



Asia Tenggara terlihat serupa dengan kenaikan di China

Sementara itu, harga di Asia Tenggara telah mencatatkan tren kestabilan menjelang bulan Juli. Seorang pedagang di Indonesia mengatakan, “Harga stabil pekan ini sementara itu diskon $20/ton diyakini bisa didapatkan untuk penawaran yang serius. Permintaan lesu sejak akhir libur Hari Raya, yang menyebabkan harga ABS mengabaikan kenaikan sebelumnya pada spot stirena.”

Para pelaku pasar Asia menunggu sampai pertemuan G20 berakhir

Para pelaku pasar ABS berencana untuk melanjutkan posisi menunggu dalam waktu dekat untuk melihat hasil dari diskusi dagang antara China dan AS ditengah pertemuan G20. Energi kompleks dan biaya bahan baku masih menjadi faktor lainnya untuk diperhatikan secara serius pada pekan depan.
Gratis Trial
Login Anggota