Skip to content

Opsi pilihan
Teks :
Kriteria Pencarian :
Teritori/Negara :
Kelompok Produk/Produk :
Tipe Berita :
My Favorites:
 

Akankah permintaan PVC mendorong kenaikkan untuk bulan April di Asia

  • 16/03/2017 (06:17)
Para pemain saat ini sedang menantikan harga penawaran baru untuk bulan April dari salah satu produsen Taiwan, yang telah menunda pengumumannya menjadi pekan depan. Ekspektasi menyuarakan akan kenaikkan untuk tiga bulan secara berturut-turut, terutama di India, meskipun para pemain di China dan Asia Tenggara masih masih skeptis apakah kenaikkan akan dapat diterima ditengah penyusutan yang terjadi pada biaya upstream, tingginya persediaan lokal dan permintaan yang mengecewakan.

Di India, para pemain memperkirakan bahwa produsen akan menaikkan harga penawaran untuk bulan April sebesar $20-30/ton karena telah dimulainya puncak musim. Penundaan pengumuman dari produsen Taiwan dikaitkan dengan permasalahan pembayaran di India. Para pembeli juga melaporkan bahwa permintaan tidak sebaik periode yang sama tahun sebelumnya karena keterbatasan uang tunai yang sedang berlangsung, buruknya tingkat belanja pemerintah dan anggaran yang ketat untuk tahun ini.

Namun, para pemain di Asia Tenggara masih tidak yakin apakah akan ada kenaikkan atau tidak. Permintaan dari pembeli Asia Tenggara masih lesu sementara melemahnya tren pada pasar minyak upstream, naphtha dan ethylene semakin terlihat akan mengatur arah pasar akhir-akhir ini. "Kami mendengar bahwa produsen utama Taiwan akan mengumumkan harga yang lebih tinggi di India namun akan tetap mempertahankan harganya di Asia Tenggara," komentar salah satu produsen setempat.

Hal serupa di China, penawaran bulan April dari produsen Taiwan diperkirakan akan meningkat, meskipun para pemain masih menyuarakan kekhawatirannya apakah pembeli dapat menerima level harga yang lebih tinggi. Seorang trader berkomentar, "Kami tidak membeli kargo impor apapun mengingat harga lokal saat ini masih lebih kompetitif. Meskipun pasar PVC di AS dan Eropa sedang dalam tren penguatan, pasar PVC impor di China tidak lagi dapat menyerap kenaikkan harga yang diberlakukan."

Premier China juga setuju bahwa target pertumbuhan GDP China tahun 2017 oada tingkat 6.5% ini tidak akan mudah dicapai karena resiko pada sektor finansial serta peningkatan kebijakan proteksionis setelah perekonomian negara tumbuh sebesar 6.7% pada tahun 2016.
gratis trial