Skip to content

Opsi Pilihan
Teks :
Kriteria Pencarian :
Teritori/Negara :
Kategori Produk/Produk :
Tipe Berita :
My Favorites:
 

Apa yang akan terjadi pada pasar polimer global di tahun 2019? Semakin banyak ketidakpastian?

  • 02/01/2019 (16:58)
Para pelaku pasar petkim menutup tahun 2018 yang menantang ditengah dampak dari perang dagang China-AS, kekhawatiran penurunan ekonomi global, dan fluktuasi pasar minyak.

Mereka telah mengalihkan perhatian mereka ke tahun 2019 dengan fokus pada beberapa faktor kunci yang akan mempengaruhi kuartal pertama dan setelahnya. Terlihat semakin banyak ketidakpastian akan muncul dibandingkan 2018.

Harga minyak akan terus stagnan sampai bulan Februari

Fluktuasi tajam pada pasar minyak mentah menandai beberapa hari terakhir 2018. Penurunan harga energi membayangi proyeksi awal bahwa harga PP dan PE akan naik pada tahun baru.

Minyak mentah berjangka WTI akan menutup periode terakhir 2018 sedikit diatas $45/barel. Angka tersebut menunjukan penurunan 25% ($15) dibandingkan awal 2018 dan penurunan ini menjadi penurunan tahunan pertama dalam 3 tahun. Demikian juga, minyak mentah berjangka ICE Brent jatuh sekitar 20% untuk sepanjang 2018 dimana harga ditutup hampir sebesar $54/barel pada 31 Desember. Berdasarkan para analis, kekhawatiran perlambatan perekonomian global dan kelebihan pasokan menutupi pengurangan produksi dari para anggota OPEC.

Perhatian atas kelebihan pasokan berlanjut sampai 2019. Beberapa analis berpikir bahwa harga minyak akan terus stagnan sampai bulan Februari, ketika rencana OPEC untuk menekan produksi minyak sebesar 1.2 juta barel/hari di bulan Januari mulai berdampak pada pasokan global.

Perubahan pada arus dagang akan berlanjut

Perang dagang China-AS telah berdampak besar pada pasar PE downstream karena tariff bilateral keduanya. Kondisi ini karena beberapa kapasitas PE AS baru telah mengalihkan tujuan mereka keluar China, yang menyebabkan pasokan berlimpah di Asia Tenggara, Turki, dan Eropa sepanjang paruh kedua 2018.

Dua negara ekonomi utama tersebut menghentikan sementara tariff baru selama 90 hari pada sebuah pertemuan yang diadakan setelah pertemuan G20 di Argentina di bulan Desember. Namun, relasi yang memburuk kemungkinan akan menyebabkan perubahan arus dagang berlanjut sampai 2019 karena kesepakatan tersebut tidak menghapus tariff yang telah diberlakukan antar kedua belah pihak. Kondisi ini kemungkinan akan menjaga tekanan ke tujuan ekspor alternatif untuk kapasitas petkim AS baru.

Kekhawatiran akan mata uang domestik terhadap Dolar AS dan perekonomian global muncul

Akibat lainnya dari perang dagang, pelemahan mata uang domestik di beberapa pasar utama seperti Turki, China, dan Asia Tenggara terhadap Dolar AS menjaga minat terhadap impor untuk polimer rendah di regional tersebut hampir disepanjang tahun lalu.

Fluktuasi nilai tukar Dolar AS terhadap beberapa mata uang domestik akan menjadi faktor penting untuk diperhatikan disepanjang tahun 2019 ditengah kenaikan suku bunga Fed di satu sisi dan dampak dari perang dagang AS-China pada perekonomian AS dan dampak politik akibat berbagai isu dari pemerintahan Trump di sisi lainnya.

Tidak hanya AS, tetapi juga negara ekonomi terbesar kedua, China, juga merasakan dampak dari perang dagang dengan gejala pertama yaitu devaluasi Yuan, kredit bank yang lebih sulit akibat kenaikan biaya pinjaman, dan gagal bayar finansial dari sektor real-estate.

Kapasitas AS terbaru akan segera beroperasi terlepas dari beberapa penundaan

AS bersiap menyambut gelombang kapasitas baru di tahun 2019, terutama untuk PE, terlepas dari beberapa penundaan. Beberapa perusahaan tersebut akan tetap mencari tujuan ekspor di tahun 2019 mempertimbangkan fakta bahwa HDPE dan LLDPE AS akan dikenakan tambahan tariff sebesar 25% di China.

Formosa Plastics AS menunda pengoperasian pabrik PE baru berkapasitas 800,000 ton/tahun di Texas menjadi paruh kedua 2019 dari paruh pertama. Perusahaan tersebut berencana untuk mengoperasikan pabrik PP baru berkapasitas 250,000 ton/tahun di paruh kedua 2021 dan sebuah pabrik PVC berkapasitas 136,000 ton/tahun di kuartal keempat 2021 dari sebelumnya tahun 2020.

Exxonmobil dan LyondellBasell dilaporkan bersiap untuk mengoperasikan pabrik HDPE baru (500,000 ton/tahun) dan pabrik PE (650,000 ton/tahun), dimulai pertengahan 2019. Sasol juga berencana untuk mengoperasikan pabrik LDPE baru berkapasitas 420,000 ton/tahun akhir tahun ini.

Berdasarkan US International Trade Commission (USITC), ekspor PE AS naik 13.2% berbasis bulanan dan 70.9% berbasis tahunan pada Oktober 2018, sejalan dengan peningkatan kapasitas. Beberapa sumber industri memprediksikan penambahan kapasitas menyebabkan pasokan berkepanjangan untuk LLDPE, karena awal operasional dari beberapa pabrik LLDPE di seluruh dunia.

Asia dan Russia juga bersiap menyambut fasilitas PE dan PP baru

Tidak hanya AS tetapi juga Asia berrsiap untuk menyambut gelombang kapasitas baru tahun ini dimana sekitar 1 juta ton PE dan 3 juta ton PP diprediksi akan bertambah, terutama di China berdasarkan teknologi coal-to-olefin (CTO). Beberapa kapasitas baru ini kemungkinan akan menekan pasar dalam waktu dekat meskipun dampak pastinya mungkin tertahan oleh penundaan operasional yang akan menyebarkan kapasitas baru tersebut dalam beberapa tahun.

Ada juga beberapa kapasitas PP dan PE baru yang akan beroperasi di Vietnam, Indonesia, Malaysia dan Filipina tahun ini. Komplek ZapSibNeftekhim Zibur di Russia dijadwalkan akan mulai beroperasi pada akhir 2019 termasuk pabrik PE downstream (1.5 juta ton/tahun) dan pabrik PP (500,000 ton/tahun).

Ketidakpastian akibat purna-Brexit mendorong kekhawatiran

Inggris bersiap untuk keluar dari European Union (EU) pada Maret 2019. Berdasarkan prediksi, perlengkapan kimia dan transportasi akan paling terpengaruh karena potensi kenaikan pada halangan perdagangan mungkin menyebabkan gangguan pada rantai pasokan produksi untuk periode setelah Brexit. Berdasarkan pernyataan dari EEF (Organisasi Pabrikan Inggris) pada bulan Desember, para pabrikan di Inggris akan mencatatkan pertumbuhan terendah sejak 2015 karena ketidakpastian Brexit menekan permintaan asing dan bisnis mungkin akan menghadapi keterbatasan material mentah.

Daur ulang plastik masih akan menjadi tren yang meningkat

Penting untuk digarisbawahi bahwa perhatian akan perlambatan ekonomi di Eropa dan tren peningkatan penggunaan material daur ulang dilihat sebagai beberapa pendorong yang mungkin akan menekan konsumsi plastik baru di tahun 2019. Semakin banyak perusahaan diprediksi akan merevisi ulang rencana investasi mereka terhadap manajemen limbah.

Beberapa perusahaan besar telah memberikan komitmen mereka untuk mengurangi polusi plastik dan menjadi lebih terlibat dalam investasi daur ulang sepanjang tahun kemarin. Kondisi ini setelah keputusan China melarang impor limbah plastik pada Januari 2018, yang menyebabkan bisnis daur ulang menjadi kacau.

Bagaimana harga polimer di awal 2019

Pasar PP dan PE menutup 2018 dengan kestabilan menuju penurunan di China, Asia Tenggara, dan Turki karena perayaan akhir tahun menahan aktivitas.

Setelah harga PE mencatatkan level terendah selama hampir satu dekade untuk beberapa grade di regional tersebut, proyeksi jangka pendek akan sangat bergantung pada pergerakan minyak mentah karena penurunan harga energi telah menekan sentimen menjelang bulan Januari. Pasar berjangka tetap menjadi faktor lainnya untuk diperhatikan di China. Pasar PP global mungkin akan mencatatkan tren kenaikan dalam waktu dekat dibandingkan dengan PE, berdasarkan para pelaku pasar.

China, Asia Tenggara

Permintaan akan naik di China untuk PE di bulan Maret karena pasokan dan permintaan kemungkinan akan tetap normal sepanjang libur Imlek di bulan Februari. Namun, kargo AS akan terus muncul di pasar utama PE Asia sepanjang 2019 karena biaya yang kompetitif akibat harga gas yang murah.

Turki
Pelaku pasar Turki memprediksikan kuartal pertama 2019 akan menghadapi tantangan ekonomi. Mereka juga menyebutkan kemungkinan dampak dari upaya untuk mengurangi penggunaan tas plastik dan pemilihan di bulan Maret pada beberapa bulan mendatang.

Eropa

Di Eropa, kontrak etilena dan propilena bulan Januari ditutup turun masing-masing sebesar €40/ton dan €35/ton, yang akan memainkan peranan penting dalam menentukan tren bulan Januari. Pasokan PP yang terbatas mungkin akan diseimbangkan oleh penurunan harga monomer, sementara itu harga PE akan dalam tekanan turun. Sementara itu, etilena diprediksi akan naik di beberapa bulan awal menjelang pemeliharaan unit cracker sementara itu untuk paruh kedua diprediksi akan turun karena pasokan berlebih.
Gratis Trial