Apakah kembalinya Iran akan merubah keseimbangan pasar petrokimia?
Meskipun masih belum jelas kapan sanksi akan dihapuskan , beberapa negara mulai menghangatkan hubungan mereka dengan Iran. Jerman adalah yang pertama mengumumkan keinginan mereka untuk memperkuat hubungan di minyak, gas dan industri petrokimia dengan Iran bermula dengan Iran mengeksport produk petrokimia ke Jerman sedangkan Jerman akan mengeksport teknologi ke Iran.
Delegasi dari eksekutif kementerian energy India, power dan perusahaan petrokimia juga mengunjungi Tehran untuk mencari peluang investasi setelah penghapusan sanksi ekonomi. Yang diikuti oleh kunjungan dari delegasi Italia dan Jepang dengan keinginan yang sama. Iran dan Turki juga mengumumkan rencana mereka untuk membangun zona perdagangan bebas dekat perbatasan untuk menyediakan berbagai macam perdagangan berdasarkan keunggulan untuk perusahaan dari kedua negara.
Saat ini kapasitas produksi petrokimia Iran sekitar 40-60 juta ton per tahun, menurut sumber yang berbeda, dan adanya deklarasi akan menduakali lipatkan dalam jangka waktu panjang. Iran saat ini telah mengumumkan rencana untuk meluncurkan 7 projek petrkimia pada akhir kalender Iran di Maret 2016. Melalui peluncuran 7 petrokimia projek, kapasitas produksi negara diperkirakan meningkat sekitar 4 juta ton/tahun.
Eksport petrokimia Iran, sekitar 17 juta ton di tahun lalu sedangkan eksport negara tersebut sekitar 12 juta ton di kuartal pertama tahunan Iran, menurut laporan media. Tujuan utama eksport adalah Tiongkok, Asia Tenggara, Central Asia, dan negara Afrika. Setelah penghapusan sanksi mulai dijalankan, negara ini diperkirakan akan meningkatkan eksport terutama ke Eropa dan mendapatkan posisi di industri petrokimia sejalan dengan projek baru dengan ekspansi kapasitas.
Dengan menguatnya posisi Iran diperkirakan akan mempengaruhi startegi harga produsen Timur Tengah di pasar Eropa dan Timur Tengah. Kompetisi akan menjadi lebih tajam, pada opini beberapa pemain terutama pada saat penurunan harga karena kemungkinan masalah suplai dari negara tersebut.
Dilihat dari prespektif yang berbeda, penghapusan sanksi telah menciptakan beberapa perhatian pada destinasi eksport Iran saat ini terutama di Turki, dimana industri plastik sangat tergantung pada import. Saat ini Iran adalah supplier utama dan terdekat untuk PP dan PE di Turki, pemain mempertimbangkan apakan suplai dari negara ini akan dialihkan ke pasar lainnya karena akan lebih banyak alternative untuk eksport iran di waktu dekat.
Lebih banyak berita plastik
Harga resin plastik (PP, LDPE, LLDPE ,HDPE, PVC, GPS; HIPS, PET, ABS), tren pasar polimer, dan lainnya- Pabrik petrokimia Eropa tutup, aset berpindah tangan: Sejauh mana restrukturisasi telah berlangsung?
- Pemulihan Suez Kian Membaik, Tapi Pengiriman Global Masih Jauh dari Normal
- Gangguan pipa Saudi memperburuk risiko pasokan dan logistik, memicu reli PP, PE
- Restrukturisasi petrokimia Korea Selatan beralih dari pembahasan ke penutupan
- Gas alam Eropa dan LNG Asia mencapai rekor tertinggi baru di tengah ketegangan Timur Tengah
- Brent Crude November naik 98 sen menjadi $95,63/barel pada hari Rabu
- Minyak mentah WTI (NYMEX) Oktober naik 79 sen menjadi $91,01/barel pada hari Rabu
- Rantai pasok global menghadapi hambatan berkepanjangan di jalur perdagangan utama
- Perang atau pemulihan? Perombakan laba semester I tentukan pemenang dan pecundang petrokimia
- Roller Coaster Minyak di Paruh Kedua Juli Gagal Menghentikan Reli Polymer di Sebagian Besar Wilayah

