Skip to content

Opsi Pilihan
Teks :
Kriteria Pencarian :
Teritori/Negara :
Kategori Produk/Produk :
Tipe Berita :
My Favorites:
 

Harga PE AS turun karena permintaan lesu dari pasar ekspor

Oleh Merve Madakbaşı - mmadakbasi@chemorbis.com
  • 24/05/2019 (05:04)
Permintaan dari berbagai tujuan ekspor utama rendah untuk kargo PE AS dalam beberapa pekan terakhir. Minat beli yang terbatas untuk kargo impor di Asia ditengah peningkatan tensi dagang antara China dan AS dan depresiasi mata uang domestik terhadap dolar AS menjadi faktor utama yang menekan PE AS.

LLDPE AS turun dibawah level $1000 di China, Turki

Tensi dagang dengan AS menyebabkan permintaan menurun untuk sumber ini di China, sementara itu depresiasi yuan China terhadap dolar AS juga menekan minat beli untuk impor. Pemulihan pekan ini di pasar domestik China gagal terlihat di pasar PE impor.

Penawaran LLDPE c4 film AS juga turun dibawah level level $1000/ton CFR China pada pertengahan bulan Mei. Mencatatkan kondisi serupa, para pembeli di Turki mengkonfirmasi menerima penawaran LLDPE c4 film AS serendah $980/ton CFR pekan ini. Ia mengatakan, “Kargo tersebut ditawarkan untuk pengiriman akhir Juni atau bahkan Juli.”

Seorang pedagang di Turki mengatakan, “Harga AS sulit bersaing dengan para produsen Timur Tengah sepanjang bulan Mei karena para pedagang menerapkan kenaikan bertahap pada PE AS sejak awal tahun.” Selisih yang menipis antara harga Timur Tengah dan AS mendorong para pembeli untuk mencukupi kebutuhan mereka yang terbatas dari beberapa sumber Timur Tengah.

Lebih lanjut lagi, para konverter Turki menolak membeli kargo PE jarak jauh mempertimbangkan kondisi ekonomi yang berat dan permintaan yang tidak menjanjikan menjelang libur Idul Fitri dan pemilihan ulang di Istanbul bulan depan.

Pasokan berlimpah menekan turun PE AS di Indonesia

Seorang pedagang telah menekan harga PE AS ke Indonesia sebesar $20/ton untuk LDPE film dan $80ton untuk LLDPE film dibandingkan dua pekan lalu. “Pasokan PE AS yang mencukupi bukan satu-satunya faktor penurunan di Indonesia karena sentimen beli juga masih lesu,” Ia menjelaskan.
Gratis Trial
Login Anggota