Skip to content

Opsi Pilihan
Teks :
Kriteria Pencarian :
Teritori/Negara :
Kategori Produk/Produk :
Tipe Berita :
My Favorites:
 

Harga PP, PE diungkapkan dengan penurunan bulan Maret di Indonesia, Malaysia

Oleh Tim Editorial ChemOrbis - content@chemorbis.com
  • 26/02/2014 (03:32)
Produsen di wilayah mulai mengungkapkan penawaran PP dan PE ke Asia Tenggara untuk Maret baik di pasar lokal dan impor. Pemain di wilayah melaporkan bahwa produsen domestik di Indonesia dan Malaysia keduanya telah menurunkan harga mereka atau mempertimbangkan menurunkan penawaran mereka mengingat permintaan yang mengecewakan.

Seorang produsen Indonesia memperlihatkan harga lebih rendah $20/ton dalam minggu untuk PP dan PE di pasar lokal. Distribusi di pasar Indonesia mengikuti langkah ini. Distributor di Jakarta berkata, “Pasar lokal masih sepi di minggu ini. Permintaan PP secara keseluruhan lebih baik dari PE menyebabkan persediaan untuk PP seimbang dan kargo impor tidak banyak di dalam pasar distribusi karena harga impor sebelumnya cukup tinggi. Dalam kondisi PE, produsen lokal tidak berjalan dengan kapasitas operasi tinggi tetapi persediaan masih lebih tinggi dibanding permintaan.”

Di Malaysia, produsen Asia Tenggara membuat penurunan yang lebih besar untuk PP dan PE sebanyak $50/ton untuk pelanggan lokal, menurut para pemain. “Penurunan harga ini untuk produsen wilayah telah mengurangi sentiment pasar. Saat ini mata uang lokal menguat, produsen domestik tidak berada dalam posisi untuk meminta kenaikan harga,” argumen seorang pedagang. Beberapa pemain mengharapkan melihat harga baru dari produsen domestik, yang belum mengungkapkan penawaran bulan Maret dengan penurunan.

Pada impor, penurunan harga bertahan, menurut laporan para pemain. Mengikuti penurunan harga $30/ton untuk produsen wilayah minggu lalu. Produsen Thai mendekati pasar wilayah dengan diskon $10/ton minggu ini. Hal ini sejalan dengan penurunan di pasar Cina. Kami telah menerima permintaan yang cukup baik dari pembeli di Vietnam sementara hanya ada 1 permintaan dari Malaysia. Sedangkan untuk Indonesia, permintaan lebih lambat dari negara lain,” sumber produsen berkomentar.

Melihat kedepan, sumber produsen tidak memikirkan kemungkinan penurunan lebih lanjut. “Kebanyakan produsen tidak mempunyai tekanan penjualan, terutama untuk PP. Ada beberapa penutupan maintenance yang berjadwal dan tidak berjadwal di pasar hulu, yang akan mengakibatkan keprihatinan dalam persediaan. Hal ini mungkin menghindari kemungkinan penurunan lebih lanjut, menurut sumber.
Gratis Trial
Login Anggota