Skip to content

Opsi Pilihan
Teks :
Kriteria Pencarian :
Teritori/Negara :
Kategori Produk/Produk :
Tipe Berita :
My Favorites:
 

Highlight dari Konferensi Petrokimia ChemOrbis di Mesir

  • 01/09/2016 (05:32)
Konferensi Petrokimia ChemOrbis Mesir di Hotel Fairmont Nile City, Kairo pada tanggal 30 Agustus 2016 dengan partisipasi pemain kunci baik dari Mesir maupun bebarapa wilayah lain. Acara tersebut menyuguhkan kesempatan networking kepada para peserta selama beberapa coffee break, makan siang prasmanan dan networking cocktail.

Presentasi yang diberikan mengulas topik terhangat yang terjadi pada pasar termasuk daya saing bahan baku yang meningkat setelah penurunan pada harga minyak global, kapasitas baru termasuk yang berbahan dasar batubara (CTO) dan analisis tentang pasar di Mesir.

Konferensi tersebut dibuka dengan presentasi berjudul “Penaksiran Besarnya Daya Saing Bahan Baku secara Global” oleh Andrew Ballard dari Nexant. Ballard menyinggung dinamika perubahan yang terjadi pada tingkat daya saing bahan baku setelah penurunan harga minyak mentang. Menurut Ballard, kejatuhan harga minyak tersebut telah meningkatkan daya saing naphtha terhadap bahan baku lainnya. Menyempitnya perbedaan antara naphtha dan ethane membuat pelaku industri giat untuk kembali menggunakan naphtha.

Ballard juga menambahkan bahwa perusahaan Erioa mencoba untuk mengimpor ethane dari AS, meskipun margin tidak terlalu menguntungkan setelah penurunan yang terjadi pada harga naphtha. Pengiriman ethane INEOS dari AS ke Grangemouth Inggris Raya dijadwalkan untuk dimulai pada kuartal terakhir tahun ini sementara perusahaan telah memulai pengiriman ke Rafnes di Norwegia pada bulan Maret. SABIC juga mengganti untuk menggunakan ethane/LPG dari cracker mereka di Wilton, Inggirs. Ditambah, Versalis memutuskan untuk mengimpor ethane dari AS dan mengubah cracker naptha mereka menjadi bahan baku campuran.

Setelah Ballard, Direktur dari Plastribution Inggris, Mike Boswell membahas tentang peran distributor pada pasar polimer dan memberikan beberapa informasi mengenai rantai distribusi. Boswell beropini bahwa peran dari distributor dalam rantai suplai ini meningkat, untuk itu, bisnis akan perlu berevolusi untuk memenuhi dan mengikuti kondisi pasar yang berubah.

Mengenai pasar poliolefin dan ekspansi kapasitas di Timur Tengah, Gilles Rochas dari Oman Oil Refineries and Petroleum Industries Company (ORPIC) mengatakan bahwa Timur Tengah adalah eksportir terbesar untuk PP saat ini, dengan sebagian besar ekspornya ditujukan ke Asia bagian Utara. Ia juga menambahkan bahwa permintaan PP global akan bertumbuh sekitar 4.5% untuk satu dasawarsa ke depan sementara PE akan bertumbuh dengan tingkat yang lebih cepat dalam periode yang sama. Hal ini disebabkan oleh lebih kuatnya permintaan dari destinasi ekspor PE di Asia; China, Singapura dan India. Rochas mengatakan bahwa Oman akan menambah sekitar sepertiga dari kapasitas baru PP pada tahun 2020 mendatang.
Rochas juga memberikan 5 kunci tren suplai yang harus di analisa untuk pengertian yang lebih baik akan scenario masa depan untuk perdagangan defisit: ekspansi China untuk bahan baku batubara menjadi olefin, ekspor petrokimia dari AS karena biaya yang lebih murah pada shale gas, rasionalisasi kapasitas cracker Uni Eropa, kembalinya Iran ke dalam pasar dan kemunculan kapasitas PDH.

Hussein Soliman dari Dow Chemical Packaging and Specialty Plastics menyampaikan presentasi mengenai solusi inovatif untuk meningkatkan kelangsungan industri kemasan, mengurangi limbah dan meningkatkan kepercayaan akan industri kemaan serta mengurangi energi yang digunakan.

Sesi sore dibuka dengan presentasi Dr. Tarek Zaghloul dari OPC. Zaghloul yang membahas tentang dinamika konsumsi, permintaan, impor dan ekspor dari pasar PP di Mesir. Setelah Zaghloul, Ahmed El Hawash dari SIDPEC membahas tentang kapasitas saat ini dan yang akan datang di Mesir serta usaha untuk mengeksploitasi hidrokarbon untuk memproduksi produk petrokimia yang bermanfaat. Beliau juga memberikan beberapa informasi tentang investasi PE di Mesir, termasuk Ethydco dan proyek petrokimia Carbon Holding, Tahrir Petrochemical di terusan Suez.

Moataz Ismail dari TriChem Foreign Trade mengatakan bahwa PVC Amerika tetap mempertahankan daya saing mereka dengan penggunaan gas alam yang lebih ekonomis dan plant yang terintegrasi untuk memproduksi EDC, VCM dan PVC. Ia juga menambahkan bahwa revolousi shale gas akan mengarah pada biaya listrik yang lebih rendah di AS. Biaya listrik saat ini di Eropa sekitar dua kali lipat lebih tinggi, ungkap Ismail.

Akhirnya, selama presentasi yang berjudul “Styrenic Global: Menciptakan nilai untuk masa depan yang lebih baik”, R. Rangarajan dari Supreme Petrochem mengomentari bahwa pasar PS telah melambat selama lima tahun terakhir, selain itu pasar terbesar untuk PS, sektor kemasan, mendapatkan tekanan dari material alternatif yang lebih murah seperti PP dan PET-G sementara untuk elektronik dan berbagai peralatan akan menjadi pengendali utama untuk PS dalam kompetisi yang serius dengan ABS.
Gratis Trial