Skip to content

Opsi pilihan
Teks :
Kriteria Pencarian :
Teritori/Negara :
Kelompok Produk/Produk :
Tipe Berita :
My Favorites:
 

Iran segera mengoperasikan pabrik PE terbaru di tahun 2108, bersiap untuk lebih banyak investasi pada petrokimia

  • 22/11/2017 (06:08)
Setelah sanksi yang dikenakan oleh AS dan negara Eropa dicabut pada 2016, Iran bersiap untuk mengoperasikan pabrik PE terbaru mereka tahun depan. Selain itu, investasi terbaru negara tersebut pada sektor petrokimia sedang mendapatkan momentum.

Berdasarkan berita produksi PE ChemOrbis, sepuluh kapasitas PE terbaru dari beberapa produsen Iran berbeda telah siap untuk aktif pada 2018. Jika pabrik tersebut aktif sesuai jadwal, total kapasitas PE secara kumulatif sebesar 2.85 juta ton/tahun diprediksi akan bertambah di pasar.

Diluar pembukaan pabrik baru tersebut, Iran terlihat bersiap untuk terus menambah kapasitas dan menambah investasi untuk methanol, olefins, dan polyolefins dan juga dari sisi infrastruktur, logistik, dan peraturan operasional untuk industri petrokimia.

Seperti diberitakan sebelumnya pada ChemOrbis Plastic News, Kaveh Methanol Company berencana untuk mengaktifikan unit methanol terbaru berkapasitas 2.3 juta ton/tahun pada bulan Desember sementara itu Marjan Petrochemical Company juga berencana untuk mengaktifkan Bushehr Petrochemical Complex di bulan Maret 2018.

Terkait dengan proyek penambahan kapasitas, Kavian Petrochemical Co. has juga telah memulai studi kelayakan untuk ekspansi kapasitas etilena mereka di Kavian Petrochemical Complex.

Sementara itu, Jam Petrochemical Company (JPC) juga sedang bernegosiasi dengan beberapa perusahaan Jerman dan Perancis untuk proyek penambahan kapasitas di Bushehr, Iran. Perusahaan tersebut mentargetkan penambahan kapasitas produksi etilena sebesar 20%.

Demikian juga, Hamedan Ibn Sina Petrochemical Company (PJSC) menandatangani kerjasama bilaterial dengan partner dari Italia untuk pembangungan kompleks petrokimia untuk perusahaan tersebut sementara itu Petrochemical Research and Technology Company (PTRC) juga berencana untuk membangun pabrik pengolahan methanol menjadi propylene domestik pertama negara tersebut, dimana tahap perencanaan sedang berlangsung.

Sebagai tambahan terkait penambahan kapasitas petrokimia negara tersebut, Iran juga fokus pada penyederhanaan hambatan perdagangan dan peningkatan logistik dengan tujuan memudahkan ekspor.

Dipertengahan bulan November, media domestik Iran mengatakan bahwa Iran dan Turki sedang membicarakan pengurangan pajak impor yang dikenakan oleh Turki terhadap petrokimia Iran. Negara tersebut juga berencana untuk mengesahkan perjanjian perdagangan bebas dengan Afganistan, Pakistan, dan Oman.

Sebagai upaya untuk meningkatkan ekspor, Iran juga berencana untuk membentuk perusahaan logistik terbaru yang bertujuan mengurangi biaya pengiriman ke beberapa negara umum tujuan perdagangan.

Parsian Oil and Gas Development Group Company (POGDC) juga menandatangani perjanjian kerjasama dengan Qeshm Free Area Organization (QFAO) dalam pembangungan kompleks petrokimia di Qeshm, Iran.
gratis trial