Skip to content

Opsi pilihan
Teks :
Kriteria Pencarian :
Teritori/Negara :
Kelompok Produk/Produk :
Tipe Berita :
My Favorites:
 

Isu terkait suplai berakhir untuk pasar PP Asia Tenggara

  • 16/12/2016 (05:16)
Suplai PP di Asia Tenggara mulai bertambah akhir-akhir ini karena beberapa produsen PP di regional melanjutkan operasional pada bulan Oktober - November.

IRPC Public Company Limited Thailand telah memulai kembali produksi unit PP dengan kapasitas 200,000 ton/tahun seperti yang sudah dijadwalkan, seorang sumber berkata kepada ChemOrbis. "Saat ini kami mengoperasikan plant kami dengan normal tanpa ada isu termasuk untuk polymer lainnya," Ia menambahkan. Plant ketiga ditutup sejak pertengahan November untuk maintenance terjadwal. Salah satu manufakturer di Thailand juga mengkonfirmasi ada penambahan suplai dari produsen tersebut bulan ini.

Berdasarkan beberapa pelaku industri di regional, HMC Thailand memulai kembali operasional plant dengan kapasitas 750,000 ton/tahun setelah secara bertahap dimulai pada awal November. Salah satu manufakturer di negara tersebut mengatakan, "Kami melihat stok dari HMC bulan ini dalam kondisi normal." Pembeli lainnya menekankan bahwa suplai dari SCG terbatas bulan lalu sementara ada peningkatan pada bulan November.

Seorang trader di Thailand mengatakan, "Suplai PP membaik di Asia Tenggara karena produsen Thailand telah memulai kembali produksi. Namun, suplai dari beberapa perusahaan secara bertahap bertambah yang memaksa ada pembatasan pada alokasi ke pelanggan mereka saat ini."

Untuk mengikuti berita terbaru dari produksi PP, silahkan mengakses PP Production News (Khusus untuk anggota)

Pertamina Indonesia telah menunda pengoperasioan plant PP dengan kapasitas 45,000 ton/tahun selama satu minggu karena perubahan jadwal atau menunggu perlengkapan. Perusahaan tersebut telah dijadwalkan untuk memulai kembali operasional pekan depan, seperti yang dikonfirmasi seorang agen dari produsen tersebut kepada ChemOrbis. Plant tersebut telah ditutup pada bulan November untuk 45 hari. Sementara itu, perusahaan Indonesia lainnya, Chandra Asri memulai kembali plant dengan kapasitas 480,000 ton/tahun yang terdiri dari 3 tipe PP setelah maintenance selama tiga pekan.

Di Filipina, PPI (Philippine Polypropylene Inc) telah memulai kembali plant PP dengan kapasitas 160,000 ton/tahun sesuai jadwal setelah penutupan yang dimulai bulan Oktober. Sebagai tambahan, Lotte Chemical Titan Malaysia menunda penutupan plant PP Pasir Gudang sampai Maret 2017. Plant berkapasitas 390,000 ton/tahun sebelumnya dijadwalkan ditutup pada bulan Januari.

Sementara itu, Reliance Industries Limited India diharapkan akan memulai produksi plant PP berkapasitas 2.03 juta ton/tahun di Jamnagar dalam beberapa hari ini, meskipun perusahaan teresbut tidak mencapai kesepakatan terkait status terakhir plant tersebut pada saat konferensi pers. Plant tersebut telah ditutup untuk maintenance selama 25 hari.
gratis trial