Skip to content

Opsi pilihan
Teks :
Kriteria Pencarian :
Teritori/Negara :
Kelompok Produk/Produk :
Tipe Berita :
My Favorites:
 

Kemana arah PET China setelah kebijakan pajak baru?

  • 27/09/2017 (04:38)
Pasar PET berorientasi ekspor dari China dalam tekanan kuat atas kemungkinan kehilangan pangsa pasar di berbagai negara karena peningkatan jumlah negara yang mengenakan pajak tambahan anti-dumping untuk PET impor dari China.

Di Maret 2017, Indonesia mulai mengenakan pajak 5% untuk PET impor dari China sementara para pelaku pasar masih menunggu berita terbaru dari hasil diskusi dengan publik yang diselenggarakan oleh Komite Anti-dumping of Indonesia (KADI) terkait dengan implementasi pajak anti-dumping sebesar 5% untuk PET impor dari China, Korea Selatan, dan Malaysia.

"Dengar pendapat publik terkait dengna implementasi ADD diselenggarakan pada 6 Agustus dan para produsen China menyerahkan dokumen pendukung lainnya ke KADI. Saat ini kami menunggu pengumuman lebih jauh," penjelasan seorang pelaku pasar dari China. Seorang converter Malaysia mengatakan, "Kami berpikir bahwa PET China akan kehilangan pangsa pasar di Indonesia karena ADD. Kami berencana untuk menunggu sebelum melakukan pembelian baru sampai kami mendapatkan gambaran lebih jelas atas kondisi di Indonesia."

Canada Border Services Agency (CBSA) mengumumkan pada 18 Agustus yang lalu bahwa mereka telah menjalankan investigasi anti-dumping untuk PET resin tertentu yang berasal atau diekspor dari China, India, Oman, dan Pakistan. CSBA akan memberikan kebijakan awal pada 16 November 2017 setelah menginvestigasi apakah impor yang dijual di Canada dikenakan harga yang tidak wajar dan/atau disubsidi.

Diatas itu, Jepang, yang adalah tujuan eksportir terbesar untuk PET China, secara resmi mengumumkan pada 1 September 2017 bahwa pajak anti-dumping tambahan akan dikenakan untuk PET denga polimerisasi tinggi yang berasal dari China. Kebijakan anti-dumping sementara ini akan dikenakan dari 2 September 2017 sampai 1 Januari 2018.

Seorang produsen China mengatakan,"Kami menjaga penawaran ekspor kami stabil dari pekan lalu meskipun kenaikan pada pasar global ditengah isu pasokan di Eropa dan AS. Pangsa pasar para pemasok PET China telah menurun di pasar global setelah implementasi kebijakan anti-dumping di beberapa negara."

Berdasarkan para pelaku pasar, pajak anti-dumping yang dikenakan Jepang terhadap PET China telah mendorong para pemasok dari Asia Tenggara dan Taiwan untuk bernegosiasi ditengah pasar penjual China yang keluar dari pasar.

Seorang produsen Taiwan menekankan, "Lebih banyak para pembeli Jepang menempatkan penawaran saat ini karena mereka tidak tertarik dengan kargo China dimana mereka dikenakan pajak anti-dumping tambahan. Sementara itu, permintaan dari AS lebih baik karena pasokan secara umum berkurang setelah badai Harvey." Produsen tersebut mengingatkan bahwa AS juga menerapkan pajak anti-dumping yang tinggi terhadap PET China.

Sementara itu, eksportir PET China mengatakan, "Permintaan dari Jepang menghilang karena ADD, tetapi kami terus menjual material kami ke negara lainnya termasuk India. Namun, kami harus menerima bahwa PET China akan kehilangan pangsa pasar cukup besar di pasar global karena kebijakan ADD yang dijalankan oleh beberapa negara. Mempertimbangkan produksi PET India secara umum, kami berpikir bahwa pasar impor India tidak cukup besar untuk menggantikan Jepang."

Di Eropa, yang adalah tujuan atraktif untuk para produsen PET Asia, PET China kesulitan untuk berkompetisi dengan material lainnya termasuk Korea Selatan ditengah fakta bahwa European Union mengakhiri kebijakan anti-dumping berusia 13 tahun terhadap PET China pada 7 Februari 2017. "Ini adalah berita baik bagi para eksportir PET China, tetap mereka masih kesulitan menjual ke Eropa karena material China masih terkena biaya pajak sementara PET Korea Selatan dibebaskan dari pajak apapun."

Sementara itu, Turki telah mengenakan perlindungan dari PET impor dalam enam tahun terakhir dimana negara tersebut dianggap mampu mencukupi kebutuhan dari PET dalam negeri yang diproduksi oleh empat produsen utama domestik. Karena itu, Turki tidak dilihat sebagai tujuan potensial untuk PET China di masa yang akan datang.
gratis trial