Skip to content

Opsi Pilihan
Teks :
Kriteria Pencarian :
Teritori/Negara :
Kategori Produk/Produk :
Tipe Berita :
My Favorites:
 

Ketidakseimbangan antara pasar PP Turki dengan China

Oleh Tim Editorial ChemOrbis - content@chemorbis.com
  • 02/07/2014 (05:18)
Produsen Timur Tengah telah memasuki pasar PP Turki dengan permintaan kenaikan $30-40/ton untuk bulan Juli. Harga baru dirasa terlalu mahal oleh pembeli. Mengetahui bahwa supply tetap terbatas di pasar PP dan biaya mengalami kenaikan, pembeli tidak memperkirakan melihat adanya penurunan harga, tetapi mereka juga dikejutkan dengan besarnya permintaan kenaikan harga untuk bulan ini.

“Permintaan kenaikan harga tidak dapat diterapkan karena permintaan yang lemah. Permintaan di China tidak booming, Saudi Arabia mengalami lesunya Ramadan dan di tambah tidak ada pesanan baru dari Iraq. Tidak mungkin kami dapat menerima harga baru ini. Harga terlalu tinggi,” komentar pembeli besar di Gaziantep. Ia juga menambahkan logisnya harga fibre sekitar maksimal $1640-1650/ton berdasarkan netback ke China.

Pedagang juga mengakui merasa terkejut minggu ini setelah melihat kenaikan harga baru. “Permintaan kenaikan harga ini disebabkan oleh biaya, dengan tidak adanya dukungan yang nyata dari permintaan. Kami yakin pasar PP turki saat ini mempunyai harga yang terlalu mahal,” ia berkomentar.

Ketika melihat pasar China dan Asia Tenggara, harga PP-homo Timur Tengah dilaporkan pada $1510-1560/ton CFR China, tunai minggu ini, menunjukan tidak adanya perubahan besar dalam basis mingguan. Dengan demikian, secara teori balanced PP prices berdasarkan netback ke China sekitar $1570-1620/ton untuk raffia dan $1600-1650/ton untuk fibre berbasis CFR Turki. Sebaliknya, harga saat ini dari Timur Tengah ke Turki adalah $1600-1650/ton untuk raffia dan $1640-1700/ton untuk fibre, semua CFR Turkey, terkena bea masuk 6.5%, tunai minggu ini.

Perbandingan ini memperkuat bahwa Turki mengalami ketidakseimbangan berdasarkan netback ke China. Grafik di bawah yang dibuat dengan ChemOrbis Netback Analysis Tool juga menunjukan netback yang lebih besar yang produsen Timur Tengah mungkin dapatkan ke Turki dibandingkan dengan ke China jika mereka menyelesaikan transaksi pada harga baru yang lebih tinggi.

Gratis Trial
Login Anggota