Skip to content

Opsi Pilihan
Teks :
Kriteria Pencarian :
Teritori/Negara :
Kategori Produk/Produk :
Tipe Berita :
My Favorites:
 

Kilas balik pasar PE Asia di tahun 2018: Perang dagang, krisis nilai tukar mendorong harga mendekati level terendah dalam 10 tahun

Oleh Tim Editorial ChemOrbis - content@chemorbis.com
  • 17/12/2018 (05:04)
2018 menjadi tahun yang sulit untuk pasar PE di Asia karena perang dagang global dan isu nilai tukar mengisi berita utama hampir sepanjang tahun, mempengaruhi perdagangan dengan negatif. Harga PE impor di regional mengawali tahun ini dengan kenaikan, tetapi tren tersebut tidak bertahan sejak sekitar Februari.

Harga PE impor di China turun 19-23% sejak Februari

Data dari ChemOrbis Price Index menunjukan bahwa rata-rata mingguan harga LDPE dan LLDPE film berbasis CIF China telah mencatatkan penurunan kumulatif sekitar 19-21% sejak akhir Januari sementara itu keduanya telah pada level terendah sejak Maret 2009.

LDPE, LLDPE impor China terendah dalam hampir 10 tahun, HDPE menjadi pengecualian

Sedangkan untuk harga HDPE film di China, rata-rata mingguan telah jatuh sekitar 23% sejak harga mencapai titik tertinggi untuk lebih dari tiga tahun pada awal Februari. Data menyebutkan bahwa pasar HDPE film telah mencapai level terendah sejak Juli 2017.

Perang dagang China-AS paling mempengaruhi sektor manufaktur

Peningkatan perang dagang antara China dan AS telah mempengaruhi pasar PE sejak Maret tahun ini. Yuan China mencapai level terendah terhadal Dolar AS, depresiasi lebih dari 10% sejak awal tahun, sementara itu aktivitas manufaktur hampir berhenti.

Ditengah pelemahan Yuan dan peningkatan ketidakpastian terkait bisnis ekspor mereka ke AS, para manufakturer produk akhir di China membatasi volume pembelian mereka dan secara umum menerapkan kebijakan menunggu dan melihat di hampir sepanjang tahun 2018.

Pasar PE Asia Tenggara tertekan oleh kelebihan pasokan dari AS

Kelebihan pasokan dari beberapa kapasitas PE baru di AS awalnya dan sebagian besar diprediksi akan ditujukan ke China. Namun, beberapa eksportir PE AS mulai mencari tujuan alternatif setelah perang dagang AS dan China resmi dimulai bulan Juni.

Terutama setelah Agustus, semakin banyak penawaran PE dari AS mulai terlihat di Asia Tenggara dengan harga yang kompetitif. Sebagai tambahan atas peningkatan cepat pada pasokan, depresiasi mata uang domestik terhadap Dolar AS menekan pasar PE di regional mencapai level terendah dalam beberapa tahun.

Harga impor di Asia Tenggara terendah dalam hampir 10 tahun

Berdasarkan data dari ChemOrbis Price Index, rata-rata mingguan harga PE berbasis CIF Asia Tenggara telah turun sebesar 28% untuk HDPE film, 26% untuk LDPE film dan 21% untuk LLDPE film sejak bulan Februari.

Harga berbasis CIF Asia Tenggara untuk LDPE, LLDPE dan HDPE film telah mencapai level terendah sejak Maret 2009, seperti ditunjukan oleh data.

PE mendapat tambahan tekanan dari kejatuhan minyak mentah

Setelah mencapai titik tertinggi sekitar 4 tahun pada awal Oktober, minyak mentah berjangka WTI turun sekitar 32% pada dua bulan setelahnya dan mencapai level terendah sejak Oktober 2017.

Meskipun harga minyak menunjukan sedikit pemulihan di awal Desember setelah kesepakatan OPEC, banyak para pelaku pasar yakin bahwa keputusan kartel ini tidak cukup untuk menghapus ketidakpastian terkait pergerakan harga berjangka.
Gratis Trial