Korea Selatan meningkat pangsa pasar di Turki, menyaingi 3 supplier besar
Di pasar PP, Korea Selatan menjadi supplier no 1 di Turki untuk copolymer, melebihi supplier tahun lalu yang merupakan Saudi Arabia. Keseluruhan Impor copolymer dari Korea Selatan hampir dua kali dari supplier sebelumnya.
Korea Selatan juga naik ke supplier ke 6 terbesar untuk PP homo impor. Namun harus dicatat bahwa kontribusi Korea Selatan untuk kategori ini adalah PP random copolymer, yang ditambahkan pada kategori homo polymer mengikuti perubahan definisi tarif bea masuk oleh departement bea cukai.
Untuk HDPE, Korea Selatan melebihi Iran dan menjadi supplier Turki terbesar kedua di 2014. Saudi Arabia bertahan sebagai supplier utama negara tersebut.
Di pasar LLDPE, Saudi Arabia berhasil menjadi supplier terbesar lagi, diikuti oleh Iran sebagai suppier kedua terbesar. Korea Selatan mencatat supplier ketiga terbesar bahkan melebihi Qatar di 2014.
Negara tersebut berhasi menjadi supplier ketiga terbesar di pasar PS Turki. Diikuti oleh Belgium dan Mesir, jumlah terbesar impor diraih oleh Korea Selatan. Meskipun pangsa pasar sepertiganya adalah Belgium, yang menunjukkan hilangnya pangsa pasar Belgium dan Thailand.
Pada LDPE dan PVC, dimana Korea Selatan dikenakan 3.2% bea masuk di 2015 diikuti 4.3% di 2014, penawaran dari negara tersebut tidak menarik pemain Turki.
Lebih banyak berita plastik
Harga resin plastik (PP, LDPE, LLDPE ,HDPE, PVC, GPS; HIPS, PET, ABS), tren pasar polimer, dan lainnya- Pabrik petrokimia Eropa tutup, aset berpindah tangan: Sejauh mana restrukturisasi telah berlangsung?
- Pemulihan Suez Kian Membaik, Tapi Pengiriman Global Masih Jauh dari Normal
- Gangguan pipa Saudi memperburuk risiko pasokan dan logistik, memicu reli PP, PE
- Restrukturisasi petrokimia Korea Selatan beralih dari pembahasan ke penutupan
- Gas alam Eropa dan LNG Asia mencapai rekor tertinggi baru di tengah ketegangan Timur Tengah
- Brent Crude November naik 98 sen menjadi $95,63/barel pada hari Rabu
- Minyak mentah WTI (NYMEX) Oktober naik 79 sen menjadi $91,01/barel pada hari Rabu
- Rantai pasok global menghadapi hambatan berkepanjangan di jalur perdagangan utama
- Perang atau pemulihan? Perombakan laba semester I tentukan pemenang dan pecundang petrokimia
- Roller Coaster Minyak di Paruh Kedua Juli Gagal Menghentikan Reli Polymer di Sebagian Besar Wilayah

