Skip to content

Opsi Pilihan
Teks :
Kriteria Pencarian :
Teritori/Negara :
Kategori Produk/Produk :
Tipe Berita :
My Favorites:
 

Melihat kembali pasar PP Asia di tahun 2018: Biaya energi tetap menjadi pendorong utama penetapan harga

Oleh Tim Editorial ChemOrbis - content@chemorbis.com
  • 24/12/2018 (17:38)
Ketika melihat kembali tren harga selama satu tahun terakhir, tampaknya pasar PP Asia sebagian besar mengungguli PE dan lebih baik dalam berurusan dengan beberapa perkembangan negatif 2018, termasuk perang perdagangan global dan krisis mata uang.

PP mengungguli PE selama 2018

Data dari ChemOrbis Price Index menunjukkan bahwa harga impor PP homo di China dan Asia Tenggara mengawali tahun dengan cukup kuat dan sebagian besar berada di sekitar level akhir Februari hingga kemudian takluk akibat anjloknya harga minyak mentah dan naphtha di sekitar pertengahan Oktober.



Setelah mencapai level tertinggi dalam 3 tahun, impor PP tidak mengalami perubahan besar hingga pertengahan Oktober

Sementara pasar PE Asia sedang berjuang dengan efek negatif dari perang perdagangan AS-China dan mencapai sekitar posisi terendah 10-tahun, harga PP sebagian besar didominasi oleh biaya upstream dan dinamika permintaan-penawaran, tanpa menyaksikan perubahan tajam untuk sebagian besar waktu dalam setahun.

Seperti yang diungkapkan data, harga impor PP homo berbasis CFR China / Asia Tenggara mulai 2018 pada level cukup kuat dan mempertahankan tren peningkatan selama dua bulan pertama ditengah biaya yang lebih tinggi. Di China, larangan impor plastik bekas juga berkontribusi pada penguatan ini karena meningkatkan permintaan untuk jenis murni.

Setelah mencapai level tertinggi dalam tiga tahun terakhir di awal Maret, harga impor di kedua pasar sebagian besar berkisar di pada rentang harga yang sempit hingga mengalami penurunan yang terjadi pada akhir bulan Oktober.

Kemerosotan minyak mentah mengubah beberapa hal terkait PP di bulan Oktober

Minyak mentah berjangka cukup kuat untuk sebagian besar tahun 2018 karena telah mencapai level tertinggi dalam empat tahun terakhir pada awal Oktober. Namun, sejak itu, pasar berjangka kemudian mencatatkan penurunan kumulatif sekitar 37% ditengah kekhawatiran potensi pasokan yang melimpah.

Sementara itu, harga spot naphtha dan propilena di Asia telah mengikuti harga minyak yang lebih rendah, mencapai level terendah lebih dari satu tahun terakhir.

Pasar PP di Asia gagal untuk tetap acuh tak acuh terhadap kemerosotan dalam rantai upstream dan mulai mengalami tren penurunan sekitar pertengahan Oktober.

Upstream yang lebih rendah menjadikan PP homo ke level terendah sejak Agustus 2017

Menyusul kemerosotan upstream, harga impor PP di China dan Asia Tenggara semakin melemah dan menurun selama enam minggu berturut-turut sebelum akhirnya stabil di tiga pekan lalu.

Menurut data dari ChemOrbis Price Index, rata-rata mingguan harga PP-homo berbasis CFR China / Asia Tenggara mencapai level terendah dalam 15 bulan terakhir di bulan November.
Gratis Trial