Skip to content

Opsi Pilihan
Teks :
Kriteria Pencarian :
Teritori/Negara :
Kategori Produk/Produk :
Tipe Berita :
My Favorites:
 

Melihat kembali pasar PVC Asia di tahun 2018: Produsen utama Taiwan masih memimpin

  • 19/12/2018 (15:34)
Harga bulanan dari produsen utama Taiwan masih terus membentuk tren pasar PVC Asia sepanjang 2018 dengan isu nilai tukar juga semakin berpengaruh ditengah perang dagang China dan AS.

Produsen utama Taiwan mengupayakan kenaikan pada dua pertiga tahun ini

Produsen utama Taiwan memasuki pasar PVC regional secara umum dengan kenaikan sepanjant 2018, terutama menyebutkan alokasi yang terbatas.

Kali pertama ketika produsen utama Taiwan memilih untuk menerapkan penurunan adalah pada bulan Mei dan Juni, sejalan dengan permintaan yang rendah menjelang musim hujan di India.

Kali kedua adalah pada bulan Oktober dan November, yang didorong oleh permintaan setelah musim hujan yang lesu di India sejalan dengan kejatuhan mata uang domestik saat itu. Kemunculan penawaran kompetitif dari AS di China dan Asia Tenggara juga berkontribusi terhadap penurunan penawaran.

Level $900/ton CIF penting baik untuk China dan India

Berdasarkan rata-rata mingguan dari ChemOrbis Price Index, harga PVC impor berkisar diatas level $900/ton hampir untuk sepanjang tahun di India dan China, dua importir PVC terbesar di dunia. Di India, rata-rata mingguan bahkan melampaui level $1000/ton untuk periode singkat di beberapa bulan awal. Kondisi ini menjadi kuartal terakhir dimana rata-rata harga di kedua negara tersebut bergerak dibawah $900/ton.

Permintaan setelah musim hujan gagal memenuhi ekspektasi di India

Di India, pasar PVC mengabaikan akhir dari musim hujan tahun ini karena permintaan untuk kargo impor tetap secara umum terbatas sampai akhir Oktober. Kondisi ini terutama terkait dengan fluktuasi mata uang, yang mendorong para pembeli menolak pembelian impor untuk menghindari risiko.

Pelemahan mata uang memberikan dorongan ke pasar domestik

Perang dagang antara China dan AS menekan mata uang domestik di Asia Tenggara dan memberikan tekanan naik pada pasar domestik, terutama di musim hujan. Di awal September, Ringgit Malaysia ditutup pada level terendah dalam 9 bulan terhadap Dolar AS dan Rupiah Indonesia jatuh ke level terendah terhadap Dolar As dalam lebih dari 20 tahun.

Kejadian serupa juga terjadi di India, dimana Rupee India turun ke level terendah terhadap Dolar AS, menghentikan minat terhadap kargo impor bahkan setelah akhir dari periode permintaan rendah.

PVC AS ditawarkan dengan kompetitif di China, Asia Tenggara

PVC AS ditawarkan dengan harga yang kompetitif di Asia Tenggara dan China di bulan September. Arus masuk kargo AS menekan pasar terus turun terutama di China dimana harga lebih rendah $100/ton dibandingkan material dari Asia.

Keputusan China untuk menghapus PVC AS dari daftar pajak tambahan juga dilihat sebagai alasan untuk peningkatan perhatian untuk material AS di regional.

Di awal fase perang dagang China-AS, Kementerian Perdagangan China telah merilis daftar revisi untuk 333 produk AS termasuk PVC yang dikenakan 25% pajak tambahan dan segera setelahnya pemerintah China menghapus PVC dari daftar mereka.

Ledakan mendorong pengecekan keamanan di China, kelangkaan mendorong pasar domestik naik

Setelah sebuah ledakan besar yang terjadi di luar fasilitas PVC milik Hebei Shenghua di Hebei, China pada akhir November, pemerintah China telah memulai pengecekan keamanan pada penghasil VCM di negara tersebut.

Kebijakan ini menyebabkan kelangkaan pasokan di pasar, terutama untuk PVC berbasis etilena dan mendorong pasar domestik dalam beberapa pekan terakhir sejalan dengan penguatan Dalian berjangka, yang didorong oleh gencatan sementara perang dagang.

Pasar PVC China akan menambah kapasitas mereka pada 2018-2020

China berencana untuk melakukan ekspansi pada kapasitas PVC domestik mereka sebesar 4.75 juta ton sejak Desember 2018 sampai 2020. Kapasitas tersebut diprediksi akan menempatkan China pada posisi net eksportir ketika rencana ini rampung.
Gratis Trial