Skip to content

Opsi Pilihan
Teks :
Kriteria Pencarian :
Teritori/Negara :
Kategori Produk/Produk :
Tipe Berita :
My Favorites:
 

OPEC & IEA memperkirakan surplus minyak yang lebih besar di tahun 2016 dengan level produksi yang lebih tinggi

Oleh Tim Editorial ChemOrbis - content@chemorbis.com
  • 11/02/2016 (03:46)
Menurut laporan media, Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan the International Energy Agency (IEA) melaporkan bahwa mereka mengaharapkan adanya surplus minyak yang lebih besar tahun ini dari perkiraan sebelumnya karena level produksi yang lebih tinggi dari para anggota OPEC.

OPEC melaporkan bahwa surplus minyak mentah global akan meningkat 720,000 barel per hari pada tahun 2016, naik dari perkiraan sebelumnya yaitu di 530,000 barel per hari sedangkan IEA mengatakan bahwa supply dapat melebihi permintaan rata-rata 1.75 juta barel per hari tahun ini jika dibandingkan dengan perkiraan bulan lalu yaitu pada 1.5 juta. EIA juga mengurangi estimasi mereka tentang permintaan minyak global untuk 2016 sebanyak 100,000 barel per hari. Sementara itu, OPEC, mengatakan bahwa mereka memperkirakan permintaan minyak global akan tumbuh sebesar 1.25 juta barel per hari, turun dari 1.54 juta barel per hari pada tahun 2015.

Menurut data dari IEA, produksi minyak mentah OPEC naik 280,000 barel per hari pada bulan Januari mencapai 32.63 juta barel per hari. Produksi minyak Iran naik 80,000 barel per hari menjadi 2.99 barel per hari di Januari sementara hasil produksi dari Irak juga naik 50,000 barel per hari menjadi 4.35 juta barel per hari. Arab Saudi, produsen terbesar kartel, hasil minyaknya dilihat naik 70,000 barel per hari menjadi 10.21 juta barel per harinya di bulan Januari. IEA juga melaporkan bahwa produksi minyak dari negara bukan anggota OPEC turun 500,000 barel per hari pada bulan Januari dari bulan sebelumnya. Menurut para agen, hasil dari negara-negara ini akan turun sekitar 600,000 barel per hari tahun ini.

Dalam laporan bulanannya, OPEC menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2016 menjadi 3.2% dari perkiraan sebelumnya 3.4%, mengutip harga minyak yang menurun dan ketidakmampuan bank sentral untuk menurunkan suku bunga menjadi alasan utama dari perkiraan pertumbuhan yang melemah.
Gratis Trial
Login Anggota