Skip to content

Opsi Pilihan
Teks :
Kriteria Pencarian :
Teritori/Negara :
Kategori Produk/Produk :
Tipe Berita :
My Favorites:
 

PE AS mulai membanjiri Asia Tenggara dan Eropa setelah China menutup pintu

  • 30/11/2018 (14:30)
Pada 2017, beberapa kapasitas PE baru dengan total sekitar 3.5 juta ton telah beroperasi dengan Chevron Phillips dan ExxonMobil masing-masing memproduksi sebesar 1 juta ton dan 1.3 juta ton dari total tersebut. Di tahun 2018, semakin banyak kargo PE AS muncul di pasar ekspor sebagian besar dengan harga yang kompetitif.

Statistik dari International Trade Center juga menguatkan bahwa ekspor dari AS naik 15% untuk HDPE dan 32% untuk LDPE dan LLDPE sepanjang Januari-September berbasis tahunan. Beberapa tujuan utama ekspor untuk PE AS adalah Amerika Selatan dan China.

PE AS tidak untuk pasar China

Kelebihan pasokan dari kapasitas baru tersebut awalnya ditargetkan untuk pasar China, dimana minat beli untuk PE diperkirakan masih terus naik meskipun melambat. Namun, perang dagang yang dimulai pada bulan Juni antara AS dan China merubah prediksi tersebut.

Statistik menunjukan bahwa penurunan PE ekspor AS ke China sepanjang kuartal ketiga. Ekspor bulanan bertahap turun sebesar 82% untuk HDPE dann 33% untuk LLDPE dan LDPE di bulan September dibandingkan akhir kuartal kedua.

Apakah arus perdagagan berubah?

Karena arus masuk ke China tertutup awal musim panas ini, eksportir PE AS mulai mencari tujuan alternatif. Terutama setelah bulan Agustus, semakin banyak penawaran P dari AS muncul di Eropa dan Asia Tenggara dengan harga yang kompetitif. Data dari International Trade Center juga mengkonfirmasi bahwa PE AS berganti tujuan ke Eropa dan Asia Tenggara.

Ekspor PE AS ke Eropa dan Asia Tenggara lebih dari dua kali lipat

Di tahun 2017, hanya sekitar 1.5% dari sekitar 2 juta ton HDPE ekspor AS dengan tujuan Asia Tenggara dan 2.5% dengan tujuan Eropa. Demikian juga, hanya sekitar 1.9-2% untuk ekspor LLDPE dan LDPE AS dengan total lebih dari 1.8 juta ton ditujukan ke Asia Tenggara dan Eropa masing-masing.

Di tahun 2018, angka tersebut secara umum berubah di kuartal ketiga ketika arus masuk ke China tertutup. Porsi Eropa dan Asia Tenggara untuk ekspor HDPE AS pada tiga kuartal pertama meningkat dua kali lipat mencapai lebih dari 4% dari total ekspor. Porsi dari kedua regional tersebut untuk ekspor LLDPE secara umum lebih dari dua kali lipat masing-masing mencapai 5.2% dan 5.6%.

Penghabisan stok akhir tahun mendorong ekspor semakin agresif dari AS di Q4

Meskipun rasio tersebut masih minimum dibandingkan ekspor AS secara umum, angka tersebut diprediksi akan terus naik pada kuartal terakhir mempertimbangkan aktivitas penghabisan stok akhir tahun dan menutup tahun dengan kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Penawaran PE AS untuk Asia Tenggara telah ditawarkan pada level yang kompetitif sejak Agustus sementara itu penawaran LLDPE AS ke Turki telah turun dibawah level $1000/ton CIF.

Semakin banyak kapasitas berarti semakin tinggi tekanan dari AS terhadap harga PE global?

Sebagai tambahan, akan ada beberapa kapasitas baru yang dijadwalkan akan mulai beroperasi pada 2018, 2019 dan 2020.
Formosa berencana untuk mengoperasikan pabrik HDPE/LDPE berkapasitas 800,000 ton/tahun pada paruh kedua tahun ini sementara itu Dow telah mulai mengoperasikan lini HDPE/MDPE dengan kapasitas 125,000 ton/tahun di tahun 2018. Sasol juga merencanakan untuk merilis pabrik LDPE/LLDPE dengan kapasitas 890,000 ton/tahun pada paruh kedua 2018 atau awal 2019. Masih ada tiga pabrik yang bersiap untuk beroperasi pada 2019, 2020 dan 2021.

Karena kondisi ini, arus kargo PE AS kemungkinan akan mencapai beberapa regional utama seperti Asia Tenggara, Eropa, dan Turki dan juga Afrika dan terus meningkatkan pangsa pasar mereka secara bertahap di beberapa pasar tersebut.

Bukan hanya AS mencatatkan penambahan kapasitas

Tidak hanya AS, tetapi juga beberapa kapasitas baru lainnya yang akan beroperasi di berbagai pasar utama tersebut. Di Asia Tenggara, PTT telah mengoperasikan pabrik LLDPE/mLLDPE di Thailand pada 2017 sementara itu Petronas bersiap mengoperasikan pabrik mLLDPE berkapasitas 750,000 ton/tahun di Malaysia pada pertengahan 2019 dan Chandra Asri berencana untuk mengoperasikan pabrik LLDPE/mLLDPE lainnya di Indonesia pada 2020. Kondisi ini menunjukan bahwa akan ada persaingan pasokan regional dan domestik.

Kompetisi meningkat di pasar PE

China juga menambah beberapa kapasitas PE berbasis batu bara di tahun 2017-2018 dan berencana untuk kembali mengoperasikan beberapa pabrik lagi di tahun-tahun yang akan datang. Ketika permintaan di China tidak cukup baik, Asia Tenggara akan menjadi tujuan ekspor terdekat dari para produsen China untuk meredakan tekanan stok. Karena itu terlihat bahwa persaingan akan semakin ketat di pasar PE global dan para pelaku pasar harus memonitor perubahan dinamika pasar dengan lebih detil dan waspada.
Gratis Trial