Skip to content

Opsi pilihan
Teks :
Kriteria Pencarian :
Teritori/Negara :
Kelompok Produk/Produk :
Tipe Berita :
My Favorites:
 

PE Global menghadapi lebih sedikit tekanan untuk kenaikkan dibandingkan PP

  • 23/01/2017 (04:03)
Para pelaku industri di berbagai daerah setuju bahwa aktivitas perdagangan untuk PE lebih lambat dibandingkan dengan PP dalam beberapa pekan kemarin. Permintaan PP tercatat lebih baik meskipun tingkat suplai yang tidak mencukupi.

Di Asia, pentupan untuk maintenance yang akan datang mendorong tren penguatan pasar PP regional sepanjang pekan kemarin, dengan harga mencatatkan kenaikan tipis di Asia Tenggara sementara aktivitas PE sedikit melambat karena ada penolakan dari para pembeli terhadap kenaikan harga dari supplier Timur Tengah untuk bulan Februari.

Meskipun dalam periode tenang sebelum libur tahun baru China, para pelaku industri PP mengatakan bahwa para penjual mencoba untuk mempertahankan kenaikan harga penawaran, merujuk pada penutupan terjadwal dan juga berita bahwa PetroRabigh dan Borouge mengalami penutupan tidak terduga, yang mengakibatkan suplai PP dari Timur Tengah mungkin berkurang dalam jangka pendek.

Khusus di Asia Tenggara, ada lima penutupan untuk maintenance pada kuarter pertama, termasuk plant PP milik HMC dan IRPC Thailand, Polytama Propindo dan Pertamina Indonesia, dan Chemical Titan Malaysia. Berdasarkan data terbaru, total sekitar 2.02 juta ton/tahun untuk plant PP diprediksi keluar dari pasar selama periode tersebut.

Di Turki, beberapa trader juga menegaskan bahwa mereka menerima lebih banyak penawaran PP dibandingkan dengan PP dalam beberapa pekan terakhir. Seorang trader dari Gaziantep, Turki mengatakan, "Supplier Timur Tengah dan Iran yakin dengan penawaran mereka baik untuk PP dan PE meskipun perlambatan aktivitas pasar ditengah isu mata uang yang cukup serius. Namun, kami melihat permintaan PP lebih baik, terutama untuk grand fiber yang lebih terbatas. Untuk PE, permintaan LDPE paling lemah diantara produk lainnya." Trader kedua menambahkan, "Permintaan tidak terlalu baik, tetapi kami mampu untuk menjual beberapa fiber. Niat beli untuk PE masih lebih lemah."

Sedangkan di Eropa, para pemain polyolefin di regional mulai menyatakan prediksi untuk kontrak monomer bulan Februari, merujuk pada kenaikan biaya upstream, penutupan cracker yang akan datang, dan kenaikan permintaan sisi produsen. Seorang distributor di Jerman mengatakan, "Kami menduga untuk melihat kenaikan sebesar €40-50/ton di bulan Februari untuk kontrak propylene ditengah keterbatasan suplai dan penguatan biaya upstream sementara sedikit kenaikan lebih sedikit berkisar €20-30/ton mungkin akan terjadi pada kontrak ethylene karena spot propylene saat ini mencatatkan kenaikan lebih besar dibandingkan dengan spot ethylene."

Di Eropa, harga spot ethylene naik sekitar €30/ton sejak awal bulan Januari sementara harga propylene mencatatkan kenaikan lebih besar sekitar €90/ton dalam periode yang sama. Distributor lainnya dari Italia mengatakan, "Kami berpikir bahwa pasar PE dalam tekanan yang lebih sedikit dibandingkan dengan pasar PP."
gratis trial