Skip to content

Opsi Pilihan
Teks :
Kriteria Pencarian :
Teritori/Negara :
Kategori Produk/Produk :
Tipe Berita :
My Favorites:
 

PMI Manufaktur meningkat di China dan Asia Tenggara

Oleh Tim Editorial ChemOrbis - content@chemorbis.com
  • 04/04/2017 (04:38)
Berdasarkan data yang dirilis oleh Markit Economics, angka PMI manufaktur naik di China dan banyak negara Asia Tenggara di bulan Maret.

Data tersebut menunjukkan bahwa angka PMI manufaktur di China melanjutkan peningkatan, meskipun pertumbuhan melambat dibandingkan bulan Februari. Tingkat PMI China sebesar 51.2 dibandingkan dengan 51.7 di bulan Februari karena perlambatan pada aktivitas ekspor. Ditengah penurunan PMI, kondisi tersebut masih tingkat ekspansi tertinggi dalam empat tahun.

Demikian juga, angka PMI manufaktur di Malaysia sedikit meningkat dari 49.4 di bulan Februari menjadi 49.5 di bulan Maret didorong oleh kenaikan tingkat stok, meskipun pembelian baru mencatatkan penurunan besar. Namun, dengan indeks yang masih dibawah batas 50, menunjukkan kondisi ekspansi dibandingkan kontraksi.

Sektor manufaktur di Filipina juga melanjutkan kenaikan dengan angka PMI sebesar 53.8 di bulan Maret dari 53.6 di bulan Februari. Ekspansi yang sedang terjadi sebagian besar didorong oleh peningkatan output, yang terlihat pada pertambahan tenaga kerja.

Data tersebut juga menunjukkan bahwa angka PMI manufaktur Indonesia mencapai 50.2 di bulan Maret setelah 49.3 di bulan Februari didorong oleh ekspansi pemesanan baru dan output. Dengan ini, PMI negara tersebut diatas 50, yang menunjukkan sebuah ekspansi.

Sementara itu sektor manufaktur di Vietnam, melanjutkan pertumbuhan dengan pembacaan PMI sebesar 54.6 di bulan Maret dimana bulan Februari sebesar 54.2 dibalik pertumbuhan pada produksi dengan kenaikan pesanan baru. Pertumbuhan pada tenaga kerja juga mencapai tingkat tertinggi dalam enam bulan terakhir di bulan Maret kemarin.

Pembacaan diatas 50 mengindikasikan ekspansi sementara dibawah 50 menunjukan kontraksi.
Gratis Trial
Login Anggota