Skip to content

Opsi Pilihan
Teks :
Kriteria Pencarian :
Teritori/Negara :
Kategori Produk/Produk :
Tipe Berita :
My Favorites:
 

PP dan PE Asia Tenggara terjebak antara gangguan suplai dan melemahnya China

Oleh Tim Editorial ChemOrbis - content@chemorbis.com
  • 10/03/2017 (09:15)
Di Asia Tenggara, pasar PP dan PE telah terjebak antara gangguan suplai yang sedang berlangsung karena berkurangnya persediaan dari Timur Tengah serta penutupan beberapa plant setempat di satu sisi, dan lemahnya prospek di China dan re-ekspor material dari negara tersebut di sisi lain.

Kekhawatiran mengenai keterbatasan suplai dari produsen Timur Tengah telah secara luas diperbincangkan di pasar PP dan PE Asia Tenggara sejak awal Februari, yang melampaui berita penutupan produksi setempat. Namun, lesunya permintaan di China serta suplai yang cukup untuk PP dan PE semakin mendorong penjual di China untuk mengekspor kembali kargo mereka secara agresif ke pasar Asia Tenggara selama dua pekan terakhir karena mereka berencana untuk menguras stok yang ada dan mendapatkan keuntungan yang lebih baik.

Karena pengaruh faktor tersebut, pasar PP telah stabil di Asia Tenggara selama dua pekan berturut-turut setelah menguat dari akhir bulan Januari. Pasar PE impor, sementara itu, telah dirasakan mendapatkan dorongan dari pasar China setempat untuk sedikit menurun dari level awal Maret pekan ini.

Seorang trader global berpendapat, "Konsumen kami memberikan penawaran yang lebih rendah; namun kami tidak dapat menerimanya karena produsen PE Timur Tengah dan lokal masih cukup kuat dengan penawaran mereka ditengah keterbatasan suplai."

Namun, salah satu trader di Indonesia berkomentar, "Kargo re-ekspor lebih kompetitif dari harga penawaran para penjual di Asia Tenggara." Trader di Vietnam juga mengatakan, "Mengingat pasar di China tidak terlalu memuaskan, lebih banyak kargo PP dan PE yang diekspor kembali ke Vietnam dengan harga yang cukup kompetitif."

Oleh karena itu, para pemain saat ini sedang mempertanyakan apakah para penjual setempat dan global akan menaikkan harga karena dipicu masalah suplai dalam waktu dekat, terutama apabila pasar upstream semakin menurun.
Gratis Trial
Login Anggota