Skip to content

Opsi Pilihan
Teks :
Kriteria Pencarian :
Teritori/Negara :
Kategori Produk/Produk :
Tipe Berita :
My Favorites:
 

Para pelaku pasar di Asia mengevaluasi kemungkinan dampak ketegangan di Qatar

  • 07/06/2017 (04:31)
Berdasarkan berita media masa, negara anggota Gulf Cooperation Council (GCC) termasuk Saudi Arabia, Bahrain, UAE telah memutus hubungan diplomasi dengan Qatar pada hari Senin, dengan menduga keterlibatan Qatar terhadap terorisme.

Seluruh jalur transportasi udara dan laut dari dan menuju Qatar teleah dihentikan oleh negara-negara tersebut. Saudi Arabia juga menutup perbatasan darat dengan Qatar, yang adalah satu-satunya negara yang berbatasan langsung dengan Qatar, sementara itu kapal laut Qatar dari dan menuju pelabuhan Fujairah di UAE juga dilarang menggunakan pelabuhan tersebut sampai ada perkembangan terbaru.

Menyusul sanksi diplomasi terhadap Qatar tersebut, tekanan diplomasi mendorong perhatian pada ekonomi karena banyak dari negara yang telah disebutkan sebelumnya tidak hanya terhubung secara finansial satu dengan yang lainnya, tetapi beberapa dari mereka juga pemain penting di sektor minyak mentah dan gas alam dunia.

Para pelaku pasar di Asia membagikan pendapat mereka terkait dampak dari ketegangan ini terhadap polymer, minyak mentah, dan terutama pasokan dari Qatar. Beberapa yakin bahwa sektor tersebut pada akhirnya akan terpengaruh oleh krisis ini mempertimbangkan pembatasan tersebut sementara lainnya berpikir bahwa dampak dari sanksi tersebut terbatas hanya pada sektor petrokimia karena Qatar relatif lebih efektif untuk sektor gas alam cair.

Di China, beberapa trader tidak berpikir bahwa krisis ini akan berdampak pada pasar. Qatar mungkin akan mengakhiri kesepakatan terakhir OPEC terkait dengan pembatasan produksi minyak. Namun, karena produksi minyak mentah Qatar terbatas, mereka yakin tidak akan ada dampak besar pada pasar minyak mentah.

Seorang sumber dari produsen Indonesia mengatakan, "Karena Qatar adalah eksportir terbesar gas alam cair dan produksi minyak mentah mereka terbatas, kami tidak melihat dampak langsung kondisi tersebut pada pasar energi dan polymer."

Namun, ada juga yang berpendapat bahwa akan ada dampak dari insiden ini di pasar Asia. Beberapa trader di Thailand mengatakan, "Kami yakin ketegangan tersebut akan menjadi keuntungan bagi produsen Asia Tenggara karena kompetisi dari Qatar akan hilang dimana penawaran dari Qatar biasanya berada pada batas bawah rentang harga."

Seorang trader Singapura mendengar bahwa kargo dari produsen Qatar akan terpengaruh signifikan karena kargo tersebut harus melalui pelabuhan UAE. Namun, sejauh ini perwakilan dari perusahaan tersebut tidak yakin dengan pengaruh dari insiden ini.

Seorang agen dari produsen Saudi di Thailand mengatakan, "Kami juga mendengar bahwa Qatar memiliki pelabuhan bongkar muat di UAE. Ketegangan ini mengkhawatirkan karena akan mempengaruhi beberapa sektor termasuk konstruksi, logistik, dan perbankan."

Seorang trader China mengatakan, "Kami berpikir bahwa volume LDPE dari Qatar akan bertambah di China dalam beberapa hari kedepan dan harga akan menurun karena Qatar tidak bisa menjual kargo mereka ke negara Arab."

Qatar memiliki peranan penting pada impor LDPE China karena negara tersebut adalah pemasok terbesar kedua di tahun 2016 dengan impor lebih dari 240,000 ton. Jumlah tersebut hampir separuh dari pemasok terbesar ke China yaitu Iran.
Gratis Trial