Skip to content

Opsi Pilihan
Teks :
Kriteria Pencarian :
Teritori/Negara :
Kategori Produk/Produk :
Tipe Berita :
My Favorites:
 

Para produsen petrokimia global merilis laporan finansial Q2

  • 27/07/2017 (04:20)
Berdasarkan media setempat, beberapa produsen petrokimia global mulai merilis laporan finansial mereka untuk kuartal kedua tahun 2017.

Reliance Industries Limited (RIL) mencatatkan pertumbuhan performa finansial pada akhir kuartal kedua yang jatuh pada 30 Juni 2017. Keuntungan net standalone perusahaan tersebut naik 9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, melampaui prediksi keuntungan standalone sebesar INR79.93 billion ($1.24 miliar). Keuntungan standalone hanya termasuk dari bisnis penyulingan, petrokimia, dan juga eksplorasi minyak dan gas. Keuntungan dari penyulingan dan petrokimia tercatat berkontribusi terhadap kenaikan pada keuntungan operasional di kuartal tersebut. Keuntungan bersih perusahaan tersebut naik 28% tahun ini sementara pendapatan juga tumbuh 27%.

LG Chem Ltd. Korea Selatan melaporkan bahwa keuntungan bersih kuartal kedua mereka naik 57% year-on-year terutama karena permintaan yang memuaskan untuk produk inti mereka. Sementara itu keuntungan operasional perusahaan tersebut naik 19% untuk periode yang sama tahun 2016.

Keuntungan bersih dari S-Oil Korea Selatan turun sekitar 85% tahun ini karena kerugian dari nilai tukar mata uang asing. Pendapatan operasional untuk kuartal ini juga jatuh 82% dari tahun sebelumnya dibalik penurunan harga minyak mentah, yang menekan keuntungan dari penyulingan dan mendorong penurunan stok.

Di Timur Tengah, performa Q2 dari Saudi Basic Industries Corp. (SABIC) masih dinantikan, meskipun Yanbu National Petrochemical Co (Yansab) dan Saudi Kayan Petrochemicals, dua anak perusahaan dari SABIC, sudah merilis laporan finansial mereka. Didorong oleh pendapatan kuartal kedua yang membaik, keuntungan bersih Saudi Kayan melonjak 149% dari periode yang sama tahun lalu. Namun, Yansab mencatatkan penurunan keuntungan bersih pada Q2 sebesar 54% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Perusahaan tersebut menyebutkan penjualan yang buruk menyebabkan penurunan tersebut yang disebabkan penutupan sementara pada pabrik mereka dan kenaikan harga bahan baku.

INEOS juga mencatatkan pertumbuhan EBITDA sebesar 12% secara basis tahunan. Perusahaan tersebut mengaitkan pertumbuhan tersebut dengan permintaan yang meningkat terutama di AS dan Eropa, dan margin keuntungan mereka yang positif sepanjang Q2.

Keuntungan bersih dari penyulingan minyak terbesar di Polandia, PKN Orlen, turun 4% pada kuartal kedua secara basis tahunan, diluar prediksi para analis yang menyebutkan akan terjadi kenaikan, karena kondisi kenaikan biaya lebih dominan dibandingkan penjualan. Namun, penjualan perusahaan tersebut naik 19% sejak regulasi baru diimplementasi tahun lalu pada bulan Agustus untuk mengontrol penjualan minyak di pasar gelap.

Sementara itu penjualan dari Czech Unipetrol melonjak 120% menyusul cracker Litvinov yang kembali beroperasi. Lebih lanjut, keuntungan bersih perusahaan tersebut naik 14% sementara pendapatan dan keuntungan operasional masing-masing naik sebesar 52% dan 42%.

Anda bisa untuk terus mengikuti perkembangan terkini perusahaan dan industri di ChemOrbis dengan lebih detil di bagian Plastic News. Pilihan berdasarkan teritori/negara, produk, dan tipe berita, dan Anda menciptakan dashboard Anda sendiri untuk akses cepat dan mudah hanya di My ChemOrbis (Hanya untuk member).
Gratis Trial