Skip to content

Opsi Pilihan
Teks :
Kriteria Pencarian :
Teritori/Negara :
Kategori Produk/Produk :
Tipe Berita :
My Favorites:
 

Pasar ABS Asia mengabaikan kenaikan minyak mentah

  • 01/10/2018 (04:39)
Di Asia, pasar ABS tetap tidak responsif atas kenaikan minyak mentah berjangka dan melanjutkan tren kestabilan menuju penurunan sepanjang pekan lalu. Kondisi ini karena gelombang terbaru tariff AS untuk produk China senilai $200 miliar dan juga kejatuhan harga butadiena menjaga sentimen rendah.

Pekan lalu, harga minyak mentah Brent mencapai $81/barel untuk kali pertama selama hampir 4 tahun terakhir dan mencapai titik tertingg sejak November 2014, berdasarkan rata-rata mingguan. Harga minyak mentah berjangka WTI juga mencapai titik tertinggi dalam 12 pekan.

Namun, kenaikan harga energi tidak terlihat pada pasar downstream karena harga spot butadiena berbasis CFR China jatuh ke titik terendah sejak akhir April sementara itu pasar spot stirena di Asia terus mencatatkan tren fluktuatif secara umum.

Selain biaya yang rendah, gelombang ketiga tariff AS untuk produk China juga menekan pasar ABS dimana tariff terbaru termasuk berbagai produk perkakas dan otomotif, elektronik dan konstruksi, yang secara umum terbuat dari resin ABS.

Lebih lanjut lagi, salah satu produsen Korea Selatan menerapkan penurunan mingguan sebesar $20-30/ton pada penawaran ABS mereka ke Indonesia sementara itu salah satu produsen Asia Tenggara menekan harga mereka dengan signifikan sebesar $90/ton ke China dan pasar regional.

"Pasar ABS mengabaikan minyak mentah berjangka yang tinggi karena perang dagang telah lebih efektif menentukan tren pasar saat ini," penjelasan para trader.

Berdasarkan data dari ChemOrbis Price Index, rata-rata mingguan untuk harga ABS berbasis CFR China telah mencapai titik terendah sejak Juli 2017 sementara itu pasar Asia Tenggara masih bergerak pada kisaran harga terendah dalam 14 bulan pekan lalu.


Gratis Trial