Skip to content

Opsi Pilihan
Teks :
Kriteria Pencarian :
Teritori/Negara :
Kategori Produk/Produk :
Tipe Berita :
My Favorites:
 

Pasar LDPE di Turki dan China kembali seimbang, Asia Tenggara belum mengikuti

  • 10/04/2017 (05:06)
Mengingat pasar LDPE film impor di China telah mendapatkan dorongan dari penguatan pada harga penawaran lokal ditengah meningkatnya harga futures dan pasar LDPE impor di Turki telah berada pada tren penurunan sejak awal Maret, kedua pasar tersebut tampaknya akan kembali seimbang. Ini terjadi setelah beberapa pekan Turki berada lebih unggul jauh daripada China.

Data dari ChemOrbis Price Index menunjukkan bahwa keunggulan Turki atas China menyempit menjadi $30-40/ton untuk LDPE film secara rata-rata, yang dianggap selisih sehat dalam hal perbedaan ongkos kargo. Pada pertengahan bulan Maret, selisihnya mencapai $115-120/ton, yang merupakan angka terbesar sejak Desember 2014.



Sumber: ChemOrbis Price Wizard

Salah satu konverter yang beroperasi di industri kemasan mengatakan, "Bisnis kami sedang tidak begitu baik dan kami yakin bahwa harga PE masih memiliki ruang untuk penurunan ditengah permintaan yang tidak menjanjikan."

Ketika berbicara tentang pasar LDPE film Asia Tenggara, sementara itu, data dari ChemOrbis Price Index menunjukkan bahwa CHina masih diperdagangkan dibawah pasar Asia Tenggara. Seperti yang dapat dilihat dari grafik dibawah ini oleh ChemOrbis Price Wizard, pasar LDPE film impor di Asia Tenggara masih lebih unggul sekitar $110-115/ton di atas China meskipun faktanya bahwa ini sudah mengalami penurunan jika dibandingkan dengan beberapa pekan yang lalu.



Sumber: ChemOrbis Price Wizard

Meskipun produsen Timur Tengah dan produsen regional PE sebagian besar menjangkau Asia Tenggara dengan penurunan pada harga PE bulan April, Asia Tenggara belum kembali seimbang terhadap China.

Salah satu trader regional berkomentar, "Suplai masih cukup sementara minat beli cukup lemah. Supplier luar negeri masih terbuka untuk negosiasi harga penawaran mereka mengingat Asia Tenggara masih menawarkan keuntungan yang lebih baik dari China meskipun telah mengalami penurunan."
Gratis Trial