Skip to content

Opsi Pilihan
Teks :
Kriteria Pencarian :
Teritori/Negara :
Kategori Produk/Produk :
Tipe Berita :
My Favorites:
 

Pasar PP Asia Tenggara kemungkinan akan tetap dalam tekanan ditengah penambahan kapasitas baru

Oleh Tim Editorial ChemOrbis - content@chemorbis.com
  • 14/01/2019 (15:53)
Harga PP di Asia Tenggara telah melanjutkan tren kestabilan menuju penurunan karena pasar terus mendapat tekanan dari permintaan downstream yang tidak mencukupi dan beberapa kapasitas baru yang akan beroperasi di beberapa negara termasuk Malaysia, Indonesia dan Vietnam.

Pasar tidak menanggapi pemulihan minyak, kekhawatiran terkait perang dagang menurun

Pemulihan minyak mentah berjangka dan kenaikan harga spot propilena tidak berdampak positif terhadap pasar PP di regional sejauh ini. Sentimen pasar juga gagal menguat setelah negosiasi antara China dan AS ditutup dengan sentimen positif.

Beberapa pelaku pasar mengatakan bahwa harga PP mungkin tidak akan stabil terlalu lama karena beberapa penambahan kapasitas yang akan datang.

Homo-PP impor mencapai level terendah sejak Agustus 2017

Berdasarkan data dari ChemOrbis Price Index, rata-rata mingguan harga homo-PP berbasis CFR Asia Tenggara telah mencapai level terendah sejak Agustus 2017. Pasar secara umum mencatatkan level terendah sejak Agustus 2017. Pasar telah secara umum mencatatkan tren penurunan dalam tiga bulan terakhir, turun sekitar 12% dibandingkan akhir Oktober.



Data dari ChemOrbis Price Index juga menunjukan harga harga homo-PP domestik di Indonesia, Malaysia dan Vietnam saat ini bergerak pada level terendah dalam satu setengah tahun terakhir. "Para pembeli antara menepi atau menolak pembelian diluar kebutuhan mereka karena pasokan yang mencukupi."

Kapasitas besar PP datang dari proyek RAPID di paruh kedua

Perusahaan energi negara Malaysia Petronas dan perusahaan minyak nasional Saudi Arabia Saudi Aramco sesuai rencana untuk memulai produksi komersil pada proyek baru Refinery and Petrochemical Integrated Development (RAPID) di Johor, Malaysia, pada paruh kedua 2019.

Kapasitas polimer dari proyek tersebut diprediksi termasuk PP 900,000 ton/tahun, yang akan menjadi pencapaian Malaysia sebagai negara yang berpeluang menjadi negara net eksportir PP dengan total kapasitas produksi sebesar lebih dari 1.5 juta ton/tahun.

Hyosung Korea Selatan akan mengoperasikan pabrik PP di Vietnam

Produsen Korea Selatan Hyosung Corp berencana untuk mengoperasikan pabrik PP berkapasitas 300,000 ton/tahun di Ba Ria-Vung Tau, Vietnam, pada kuartal ketiga tahun ini.

Rencana ekspansi di Indonesia

Dua produsen di Indonesia berencana untuk meningkatkan kapasitas produksi PP mereka di 2019.

Polytama Propindo berencana untuk menambah kapasitas unit PP mereka sebesar 60,000 ton/tahun pada paruh pertama 2019 sementara itu kapasitas PP dari Chandra Asri Petrochemicals di Cilegon akan naik sebesar 80,000 ton/tahun pada kuartal keempat.

Beberapa kapasitas PP baru telah beroperasi di 2018

Di 2018, Nghi Son refinery Vietnam telah mengoperasikan pabrik PP berkapasitas 400,000 ton/tahun sementara itu pabrik PP3 baru milik Lotte Chemical Titan di Pasir Gudang, Malaysia juga telah beroperasi.

Untuk melihat lebih jelas terkait perkembangan paling baru dari beberapa kapasitas baru dan juga penutupan dan pengoperasian kembali di seluruh dunia secara ringkas, silahkan mengikuti ChemOrbis PP Production news .
Gratis Trial
Login Anggota