Skip to content

Opsi Pilihan
Teks :
Kriteria Pencarian :
Teritori/Negara :
Kategori Produk/Produk :
Tipe Berita :
My Favorites:
 

Pasar PP lokal Asia Tenggara berada diantara tingginya biaya produksi dan lemahnya permintaan

  • 19/09/2016 (05:20)
Di Asia Tenggara, sentiment mengenai harga PP impor masih stabil hingga menguat dalam beberapa minggu terakhir melihat harga yang masih mendapatkan dorongan dari biaya spot propylene yang terus meningkat di Asia. Tren sedikit menguat pada harga impor pekan lalu dan harga PP homo impor rata-rata telah berfluktuasi dengan rentang harga $10/ton sejak pertengahan bulan Agustus. Sentimen pada pasar lokal, sementara itu, tidak begitu kuat dengan para pelaku pasar yang melaporkan lesunya permintaan sebagai faktor utama. Pada pasar lokal di Indonesia, penurunan harga bahkan diberitakan pada harga PP domestik minggu lalu.

Seorang produsen cangkir di Indonesia melaporkan di minggu lalu, “Seorang produsen domestik telah menurunkan harga PP mereka sebesar $20/ton. Kami bingung dengan arah pasar saat ini. Kami rasa PP tidak lagi memiliki banyak ruang untuk turun dengan mempertimbangkan harga monomer yang terus menguat, tidak seperti tahun lalu.”

Seorang manufaktur peralatan rumah tangga mengatakan, “Kami melihat produsen domestik memberlakukan penurunan harga kembali di minggu ini. Permintaan cukup stabil namu kami tidak terburu-buru untuk melakukan pembelian mengingat suplai yang cukup. Kami tidak perlu mengisi stok kami karena harga akan tetap stabil atau menurun. Kami cukup positif mengenai permintaan end produk, tidak akan ada kenaikkan signifikan, namun kami memperkirakan akan tetap stabil di sisa tahun ini.”

Seorang produsen kantong, di sisi lain, melaporkan ketidakpuasannya terhadap permintaan. Ia mengatakan, “Permintaan tidak terlalu baik dan belum melihat tanda-tanda puncak musim akan dimulai. Kami hanya membeli apa yang kami butuhkan dan lebih memilih untuk tidak menyimpan stok terlalu banyak. Kami memperkirakan pasar akan tetap stabil dalam waktu dekat karena biaya produksi yang meningkat, namun permintaan cukup sepi dan seharusnya faktor tersebut dapat menyeimbangi satu sama lain.”

Seorang produsen karung di Indonesia mengatakan, “Pasar PP nampaknya berada di bawah tekanan dari permintaan yang lesu dan tingginya harga propylene yang semakin mendorong harga untuk meningkat. Kami memperkirakan harga akan tetap stabil hingga menguat dalam waktu dekat karena dorongan dari sisi upstream.”

Pembeli lainnya di Indonesia mengatakan, “Sebagian besar pembeli lebih memilih untuk membeli stok lokal. Produsen domestic akan menurunkan harga mereka pada saat pembeli mulai membeli material impor. Untuk kami, permintaan end produk sangat lambat dan kami tidak lagi memiliki persediaan cadangan stok. Kami melihat banyaknya konverter yang menurunkan tingkat operasional mereka karena situasi pasar yang sepi. Kami memperkirakan harga PP mungkin akan dapat turun lebih rendah.”

Di Vietnam seorang trader melaporkan, “Pasar lokal sangat sepi saat ini. Permintaan tampak lesu dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Harga PP domestic berada dibawah harga impor dan kami lebih memilih untuk membeli material lokal. Kami tidak memperkirakan harga dapat meningkat kembali hingga bulan Oktober karena kondisi permintaan. Permintaan mungkin akan meningkat di akhir tahun ini, namun sejauh ini kami tidak membeli terlebih dahulu dan lebih memilih untuk menunggu.”

Seorang produsen peralatan rumah tangga di Vietnam mengatakan, “Permintaan tahun ini lebih buruk dari tahun lalu. Konsumen kami tidak memesan sebesar pesanan mereka di masa lalu. Mereka lebih meilih untuk membeli berdasarkan kebutuhan dan lebih berhati-hati saat ini. Harga PP lokal telah meningkat signifikan pada awal September, namun kemudia turun kembali. Kami tidak memperkirakan harga dapat turun lebih banyak karena kami pun tidak merasa harga dapat meningkat jauh, maka dari itu kami lebih memilih untuk membeli apabila kami membutuhkan material.”

Di Thailand, seorang produsen kantong mengeluhkan tentang permintaan end produk mereka. Ia mengatakan, “Tahun ini telah menjadi tahun yang buruk dalam hal permintaan. Bahkan lebih buruk dari tahun sebelumnya. Konsumen kami juga mengeluhkan bahwa mereka tidak mampu untuk mencapai target penjualan mereka. Harga PP lokal belum mampu mencapai level 50 THB/KG, dan level tertinggi yang dapat dicapai yaitu sekitar 47 THB/KG karena permintaan yang lebih tahun ini.”

Seorang trader di Thailand menegaskan percobaan mereka untuk menaikkan harga PP lokal sebelumnya, namun karena permintaan yang buruk, harga penawaran harus dikurangi kembali. Ia mengatakan hal ini disebabkan oleh lesunya perekonomian yang ditambah dengan musim penghujan. Ia menyimpulkan bahwa, “Masih ada ruang untuk harga PP impor untuk lebih menurun dengan pertimbangan selisih antara harga lokal dan impor.”
Gratis Trial