Skip to content

Opsi Pilihan
Teks :
Kriteria Pencarian :
Teritori/Negara :
Kategori Produk/Produk :
Tipe Berita :
My Favorites:
 

Pasar etilena Asia kembali turun setelah pemulihan singkat

  • 04/12/2018 (04:17)
Di Asia pemulihan pada harga spot etilena yang dimulai pada awal November hanya bertahan selama dua pekan. Pasar melanjutkan tren penurunan dan membatalkan kenaikan besar sebelumnya.

Pemulihan tidak bertahan dari level terendah selama lebih dari dua tahun.

Berdasarkan ChemOrbis Price Wizard, harga telah turun lebih dari $90/ton berbasis rata-rata mingguan sejak pertengahan November. Dalam periode pemulihan singkat ini, pasar naik $120/ton secara rata-rata dalam dua pekan sebelum harga bertahap turun untuk 11 pekan beruntun, mendekati level $900/ton CFR Asia Timur dan menyentuh level terendah selama lebih dari dua tahun.

Faktor apa yang kembali menekan harga turun?

Penurunan permintaan ditengah performa sektor downstream yang lemah dan fluktuasi harga minyak mentah disebutkan sebagai alasan dibalik kembalinya tren penurunan. Kenaikan tingkat pasokan dan periode pemeliharaan di regional yang mendekati akhir juga menahan harga spot turun.

Apakah hanya disebabkan oleh pasokan-permintaan?

Permintaan untuk spot etilena tertekan oleh margin downstream yang negatif, yang dilaporkan mendorong beberapa produsen untuk mempertimbangkan menekan tingkat operasional pada pabrik mereka. Selain dari sentimen umum bahwa etilena terlalu tinggi dibandingkan harga downstream dan naphtha, tren penurunan juga mendapat dorongan dari kehadiran material impor.

Tren penurunan pada harga spot juga mengikuti fluktuasi harga minyak mentah berjangka, yang terus turun ditengah peningkatan tingkat stok dan permintaan yang menyusut.

Gangguan tidak terduga kemungkinan tidak akan mendorong sentimen

Dari sisi produksi, produsen Jepang JXTG Nippon Oil & Energy menutup unit cracker etilena berkapasitas 460,000 ton/tahun untuk perbaikan darurat pada awal Desember. Namun, beberapa sumber pasar melaporkan bahwa gangguan JXTG kemungkinan tidak akan mendorong permintaan karena periode pemeliharaan segera berakhir di regional. Di Korea Selatan, LG Chem telah kembali mengoperasikan unit cracker berkapasitas 1 juta ton/tahun setelah perawatan tahunan yang dimulai bulan Oktober.
Gratis Trial