Skip to content

Opsi Pilihan
Teks :
Kriteria Pencarian :
Teritori/Negara :
Kategori Produk/Produk :
Tipe Berita :
My Favorites:
 

Pasar homo-PP impor turun ke titik terendah dalam setahun di Indonesia

  • 28/11/2018 (04:57)
Harga homo-PP impor di Indonesia telah mencatatkan gelombang penurunan baru dimana pekan terakhir bulan Novemmber akan segera ditutup. Beberapa produsen Asia Tenggara telah merilis penurunan penawaran ke negara tersebut untuk bulan Desember, yang tidak mengejutkan bagi banyak pelaku pasar.

Saat ini, harga homo-PP impor di Indonesia berada pada titik terendah sejak pertengahan November 2017, seperti ditunjukan ChemOrbis Price Index. Pasar telah tertekan antara tren penurunan yang terjadi sejak paruh kedua bulan Oktober dan telah mencapai hampir $150/ton sejak saat itu. Sebagian besar penurunan tersebut terjadi pekan ini.

Tren penurunan di China, penurunan pada harga spot propilena di Asia dan kejatuhan minyak mentah berjangka disebut sebagai berbagai faktor yang menekan harga terus turun.

Berdasarkan ChemOrbis Price Wizard, rata-rata mingguan harga spot propilena berbasis FOB Korea telah pada titik terendah sejak awal Juli 2017 sementara itu minyak mentah berjangka WTI dan Brent tetap dalam tren penurunan sejak awal Oktober 2018.

Pasar PP juga tidak mendapat dorongan dari sisi permintaan karena para pembeli secara umum memilih untuk tetap menepi dari pasar sebagai antisipasi penurunan lanjutan.



Para trader China mengatakan bahwa penawaran homo-PP raffia ke negara tersebut menunjukan penurunan mingguan sebesar $125/ton dan mengatakan, "Pasar PP tetap dalam tekanan turun saat ini. Meskipun kami menekan penawaran kami dengan signifikan, minat beli masih lesu karena penurunan harga propilena dan minyak mentah berjangka."

Indonesia adalah pasar homo-PP terbesar kedua diantara Asia Tenggara dalam hal impor. Di tahun 2017, lebih dari 730,000 ton homo-PP impor tercatat semetnara itu pasar PP impor secara umum melampaui level 1 juta ton ketika impor kopolimer ditambahkan.
Gratis Trial