Skip to content

Opsi pilihan
Teks :
Kriteria Pencarian :
Teritori/Negara :
Kelompok Produk/Produk :
Tipe Berita :
My Favorites:
 

Pasar polyolefin Asia Tenggara mengalami kenaikkan ditengah penurunan di China

  • 28/11/2016 (05:12)
Di Asia Tenggara, pasar impor PP dan PE berada pada tren penguatan sepanjang pekan kemarin karena beberapa produsen regional dan global masuk ke pasar dengan kenaikan harga untuk Desember meskipun ada tren penguatan di China. Hal ini juga terjadi meskipun pada kondisi bahwa permintaan regional tidak terlalu baik ditengah depresiasi mata uang domestik dan juga perlambatan bisnis end produk menjelang akhir tahun.

Para pelaku industri PE mengaitkan keputusan menaikan harga oleh para penjual untuk bulan Desember dengan keterbatasan LDPE film dan juga fakta bahwa pasar PE China telah berada diatas Asia Tenggara sejak akhir dari periode libur Hari Nasional. Meskipun pasar LDPE film China kehilangan hampir separuh dari selisih diatas harga Asia Tenggara pekan kemarin, kondisi tersebut tetap memberikan keuntungan lebih baik bagi para penjual.

Seroang trader regional mengatakan, “Para pembeli LDPE film China masih berkeinginan untuk menerima harga pada kisaran $1400/ton CIF. Kami berpikir bahwa hal ini menjelaskan sikap teguh para penjual di Asia Tenggara yang masih berada dibawah batas tersebut.”

Salah satu produsen Asia Tenggara menaikan harga PE di bulan Desember untuk regional tersebut sebesar $60/ton untuk LDPE film dan sebesar $10/ton untuk HDPE film sementara itu produsen kedua juga menaikan $10/ton untuk penawaran HDPE film. Salah satu produsen Timur Tengah juga diberitakan menaikan penawaran untuk PE sebesar $30/ton untuk LLDPE dan $10/ton untuk HDPE. Seorang trader yang menerima penawaran baru tersebut mengatakan, “Kami tidak yakin apakah para produsen tersebut akan mencetak penjualan yang baik pada tingkat harga baru mereka karena permintaan di regional tidak baik.”

Untuk PP, jadwal penutupan pada beberapa plant di Asia Tenggara menyebabkan penguatan di pasar meskipun fakta bahwa pasar impor PP China mencatat tren penurunan sepanjang pekan kemarin.

Dua produsen regional menaikan penawaran PP untuk Indonesia pada kisaran $10-40/ton pekan kemarin, merujuk pada suplai mereka yang terbatas. Salah satu produsen Taiwan juga menaikan penawaran PP ke Asia Tenggara sebesar $40-70/ton dari bulan November dan menghubungkan kenaikan tersebut dengan penutupan unit cracker mereka.

Sementara itu, beberapa pelaku industri di regional mempertanyakan keberlangsungan tren penguatan PP ini, merujuk pada kekurangan dukungan dari sisi permintaan. Sejalan dengan argumen mereka, salah satu produsen domestik di Indonesia merevisi harga mereka untuk PP domestik pekan kemarin meskipun ada penutupan pada unit PP mereka. Seorang trader global mengatakan, “Kami mungkin mempertimbangkan memberikan potongan harga untuk PP kami ke Vietnam karena permintaan cukup lemah di negara tersebut.”
gratis trial