Skip to content

Opsi Pilihan
Teks :
Kriteria Pencarian :
Teritori/Negara :
Kategori Produk/Produk :
Tipe Berita :
My Favorites:
 

Pasar raffia PP impor Vietnam pada level terendah sejak akhir 2016

Oleh Merve Sezgün - msezgun@chemorbis.com
  • 22/08/2019 (05:34)
Data dari ChemOrbis Indeks Harga menunjukan bahwa rata-rata mingguan untuk homo-PP raffia impor berbasis CIF Vietnam telah menyentuh level terendah sejak Desember 2016 dimana pasar masih dalam tren penurunan ditengah permintaan yang terbatas.

Seperti terlihat pada grafik ChemOrbis Price Wizard berikut, pasar PP raffia impor negara ini secara umum dalam tren penurunan sejak pertengahan Mei jika kenaikan singkat di bulan Juli dikesampingkan. Dibandingkan tiga bulan lalu, harga rata-rata mingguan telah mencatatkan penurunan kumulatif hampir $150/ton.



Prediksi penurunan harga lanjutan menahan menepi

Para pelaku pasar mengeluhkan permintaan yang buruk terkait dengan penurunan harga yang sedang terjadi dengan para pembeli masih waspada dalam melakukan pembelian diluar kebutuhan mereka sebagai antisipasi melihat penurunan tambahan di waktu yang akan datang.

Seorang pedagang Vietnam mengatakan, “Aktivitas perdagangan tetap terbatas dimana para pembeli masih menolak pembelian skala besar. Para penjual bersedia memberikan diskon tambahan $10-20/ton pada kesepakatan yang terjadi. Berdasarkan beberapa pelaku pasar, pasar PP mungkin akan dalam kestabilan menuju penurunan sampai sekitar pertengahan September.”

Sentimen tertekan oleh kelesuan di China

Pasar PP raffia impor China melanjutkan penurunan karena permintaan gagal naik untuk pekan selanjutnya ditengah penurunan pasar berjangka, pasokan domestik yang tinggi dan depresiasi yuan. Seorang pedagang berbasis di China menekankan bahwa beberapa pedagang menawarkan diskon tambahan untuk para pembeli sebagai upaya untuk menekan stok mereka.

“Tren penurunan di China membuat pasar PP Vietnam dalam tekanan karena para pembeli yakin bahwa harga mungkin tidak akan berganti arah kecuali jika China mencatatkan kenaikan. Prospek tidak terlalu kuat ditengah perang dagang, depresiasi mata uang, dan juga kekhawatiran akan perekonomian global,” Ia menjelaskan.
Gratis Trial
Login Anggota