Skip to content

Opsi pilihan
Teks :
Kriteria Pencarian :
Teritori/Negara :
Kelompok Produk/Produk :
Tipe Berita :
My Favorites:
 

Pelaku industri PS Asia menantikan kembalinya China ditengah ekspektasi yang beragam

  • 10/10/2016 (06:01)
Pasar PS Asia Tenggara telah mengalami penurunan selama tiga minggu terakhir seiring dengan melemahnya harga styrene yang belum meresponi kenaikkan pada biaya energi. Pada sisi permintaan, pembeli lebih memilih untuk membatasi pembelian mereka sesuai dengan kebutuhan yang mendesak saja mengingat harga styrene yang tidak responsif tetap mempertahankan penurunan terjadi. Namun, beberapa penjual mengatakan bahwa mereka memperkirakan akan melihat permintaan PS yang membaik ketika China telah kembali dari liburan Nasional.

Di Asia, harga spot styrene dengan FOB Korea Selatan masih bearish selama seminggu terakhir meskipun harga minyak pada NYMEX telah memecahkan rekor di atas $50/barel pada tanggal 6 Oktober untuk pertama kalinya setelah bulan Juni. “Kami tidak memperkirakan adanya kenaikkan pada pasar styrene mengingat suplai yang cukup di beberapa wilayah,” opini seorang konverter di Asia Tenggara.



Penjual sependapat bahwa tren styrene telah mendorong pembeli untuk menahan dan mengantisipasi akan adanya penurunan lebih lanjut dalam waktu dekat. “Namun, kami harus tetap mengingat bahwa permintaan mungkin akan meningkat seiring kembalinya China dari liburan. Ditambah, persiapan Natal yang akan segera dimulai. Tren PS yang melemah akan mulai mereda ketika pembeli mengisi kembali stok mereka,” komentar seorang sumber dari produsen. Penjual juga menegaskan bahwa meroketnya harga butadiene akan membantu sentimen untuk menguat seidkit meskipun styrene terus menentang kenaikkan pada harga minyak.

Untuk menentang komentar penjual, seorang manufaktur end produk mengatakan, “Kami masih enggan untuk melakukan pembelian pada level saat ini karena kami yakin bahwa harga styrene akan mengalami penurunan lebih lanjut karena tingginya persediaan.”

Sementara itu, sumber dari produsen Taiwan menegaskan bahwa mereka telah melakukan deal dengan lebih rendah karena permintaan yang lemah. “Jika dibandingkan dengan dua minggu sebelumnya, level deal kami mengindikasikan penurunan sebesar $10-30/ton untuk GPPS dan stabil hingga turun $20/ton untuk HIPS. Permintaan masih cukup lemah karena pembeli hanya membeli berdasarkan kebutuhan saja, namun kami pun tidak ingin untuk menjual dibawah level ini karena hampir setara dengan biaya produksi kami,” ungkap seorang produsen.

Mengenai Hanwha Total Petrochemical Korea Selatan yang menutup plant styrene dengan kapasitas 650,000 ton/tahun, sumber berkomentar, “Kami tidak memperkirakan adanya dampak besar terhadap pasar mengingat situasi permintaan saat ini.”
gratis trial