Skip to content

Opsi Pilihan
Teks :
Kriteria Pencarian :
Teritori/Negara :
Kategori Produk/Produk :
Tipe Berita :
My Favorites:
 

Pelaku industry PVC Asia mengukur kesuksesan kenaikkan harga bulan Desember oleh produsen Taiwan

  • 23/11/2016 (05:32)
Salah satu produsen utama Taiwan memasuki pasar PVC di Asia awal pekan ini dengan kenaikan harga, yang sebelumnya sudah diperkirakan oleh banyak pelaku industri karena keterbatasan suplai mendorong harga PVC sejak awal bulan Juli tahun ini. Namun, para pelaku industri PVC di daerah lainnya memberikan respons berbeda terhadap kenaikan harga di bulan Desember oleh produsen tersebut.

Di China, produsen tersebut meminta kenaikan $40/ton untuk Desember. Keterbatasan suplai di negara tersebut menyebabkan harga PVC berbasis ethylene domestik naik sejajar dengan PVC berbasis acetylene. “Meskipun ada kenaikan harga, permintaan tetap stabil untuk PVC. Karena itu, kami tidak berpikir bahwa kenaikan harga dari produsen tidak diterima di pasar impor,” pendapat seorang trader.

Produsen tersebut memberikan kenaikan dengan jumlah yang sama untuk Asia Tenggara. Namun, beberapa pelaku di regional mengatakan bahwa mereka masih bisa mendapatkan material dari produsen tersebut $10-20/ton dibawah harga yang dirilis untuk Desember. Seorang trader mengatakan, “Potongan harga diberikan untuk pembelian diatas 500 ton. Alokasi ekspor utama untuk produsen berkisar 60 - 80,000 ton untuk Desember. Karena permintaan di India menurun, potongan harga kami tawarkan untuk pasar Vietnam.”

Di India, keputusan pemerintah untuk menarik mata uang tertinggi rupee dari sirkulasi menyebabkan aktivitas pasar melambat. Untuk periode ini, produsen Taiwan memberikan kenaikan lebih rendah yaitu $20/ton dibanding regional lainnya.

“Kami tidak yakin apakan harga baru produsen utama akan dapat diterima ketika aktivitas perdagangan hampir berhenti. Supplier saat ini melihat berbagai cara untuk mengalihkan kargo mereka ke China karena mereka kesulitan untuk mencapai kesepakatan di India meskipun ada keterbatasan suplai yang sedang terjadi,” ungkap seorang trader.

Trader kedua kembali menekankan pendapat terkait perlambatan penjualan dan keterbatasan likuiditas di pasaran. “Para pembeli sebagian besar membatalkan pesanan atau meminta penundaan pengiriman mereka. Namun, kami tidak berpikir bahwa faktor ini akan mendorong produsen Taiwan menurunkan harga karena suplai global tetap terbatas. Jika mereka tidak dapat menjual ke India, mereka bisa menggeser alokasi mereka ke regional lainnya.”
Gratis Trial