Skip to content

Opsi Pilihan
Teks :
Kriteria Pencarian :
Teritori/Negara :
Kategori Produk/Produk :
Tipe Berita :
My Favorites:
 

Penawaran PE kembali turun di pasar Asia Tenggara

Oleh Tim Editorial ChemOrbis - content@chemorbis.com
  • 04/04/2017 (04:53)
Di Asia Tenggara, para pelaku pasar di regional telah menerima penawaran PE lebih rendah dari supplier mereka. Pasar masih turun sejalan dengan prediksi ditengah penurunan biaya upstream, perlambatan penyerapan stok karena permintaan yang lesu dan juga liburan yang akan datang di Filipina dan Thailand.

Untuk pasar upstream, harga ethylene untuk basisi CFR NEA turun lebih dari $200/ton sementara harga untuk basis CFR SEA mencatatkan penurunan lebih rendah sekitar $110/ton dibandingkan dengan tingkat harga awal bulan Maret menjadi $1140/ton dan $1035/ton, berturutan.

Seorang trader di Vietnam mengatakan bahwa penawaran PE terbaru dari para produsen Taiwan dan India telah turun dibawah harga pekan kemarin. Penawaran untuk grade HDPE dari Taiwan turun sekitar $40-45/ton dan grade LLDPE turun sekitar $25/ton. Demikian juga untuk grade HDPE untuk material India turun $20-25/ton sementara grade LLDPE turun sekitar $10-15/ton. Seorang converter berbasisi di Hanoi mengatakan, "Penawaran turun tetapi kami tidak memiliki rencana untuk menumpuk stok karena kami yakin harga akan kembali turun. Dua pekan lalu, supplier Timur Tengah kami memberikan penawaran HDPE film sebesar $1220/ton sebelum mereka memutuskan untuk menurunkan penawaran menjadi $1190/ton pekan kemarin. Saat ini, supplier tersebut memberikan penawaran jauh lebih rendah berkisar $1160-1170/ton CIF Vietnam, tunai."

Di Indonesia, salah satu produsen Thailand memberikan penawaran lebih rendah $10/ton untuk penawaan HDPE film menjadi $1260/ton CIF Indonesia, tunai. "Saat ini, produsen Thailand memberikan penawaran HDPE film sebesar $1250/ton CIF Filipina tetapi kami tidak tertarik memberikan penawaran karena kami yakin penawaran HDPE impor dari supplier regional seharusnya pada kisaran atau dibawah $1200/ton CIF," penjelasan seorang converter. Converter lainnya mengatakan, "Semakin libur Paskah mendekat, pasar Filipina masih tetap lesu. Karena itu, kami tidak tertarik membeli impor karena stok kami mencukupi."

Kedepan, pelaku pasar sebagian besar menyatakan pendapat mereka bahwa mereka tidak berharap ada kenaikan pada pasar PE karena permintaan di regional rendah. Sementara itu, kondisi tersebut tidak naik di pasar China meskipun saat ini adalah periode puncak untuk sektor agrikultur. Sebagai tambahan, para pelaku pasar juga memperhatikan pasar dengan teliti terkait dengan pergerakan pasar minyak mentah.
Gratis Trial
Login Anggota