Skip to content

Opsi pilihan
Teks :
Kriteria Pencarian :
Teritori/Negara :
Kategori Produk/Produk :
Tipe Berita :
My Favorites:
 

Penawaran kompetitif untuk PE AS muncul di Asia Tenggara setelah tariff terbaru AS-China

  • 15/08/2018 (06:36)
Ketegangan perdagangan antara China dan AS semakin intensif sepanjang pekan kemarin, dimana pemerintahan AS merilis tariff senilai $16 miliar untuk impor China dan China segera bersiap untuk menerapkan tariff balasan yang setara.

Daftar terbaru yang dirilis Kementerian Perdagangan China mengandung 333 produk AS dengan nilai sekitar $16 miliar sebagai tariff balasan, termasuk HDPE, LLDPE, dan EVA sementara itu LDPE tidak lagi disebutkan. Tariff terbaru China ini diprediksi akan mulai efektif pada 23 Agustus.

Sementara pengaruh dari kabar ini beredar, beberapa pelaku pasar PE Asia Tenggara mengantisipasi bahwa Asia Tenggara mungkin akan menjadi pilihan utama para penjual AS sebagai tujuan ekspor sementara itu kargo ASS mungkin tidak ditawarkan dengan kompetitif di China setelah implementasi tariff terbaru ini. Para pelaku pasar juga berharap kargo AS akan ditawarkan lebih kompetitif ke regional lainnya dan menekan harga turun.

Kekhawatiran para pelaku pasar untuk melihat peningkatan jumlah kargo PE AS pada tingkat harga kompetitif di seluruh pasar regional terbukti benar sampai taraf tertentu.

Seorang konverter Malaysia mengatakan menerima penawaran LLDPE AS dengan tingkat harga yang lebih kompetitif dibandingkan material Timur Tengah. "Pasar Asia Tenggara mendapat penawaran kargo AS dan kami pikir penawaran akan bertahap naik setelah 23 Agustus dimana tariff terbaru akan berlaku. Kami tidak segera melakukan pembelian dari penawaran terakhir karena kami prediksi akan melihat harga yang lebih atraktif pekan depan," Ia menjelaskan.

Seorang trader Vietnam juga mengatakan, "Periode pengiriman untuk material AS mencapai 45-50 hari. Namun, kami masih melakukan beberapa pembelian karena harga yang kompetitif. Terlepas dari isu pasokan, kami berpikir bahwa permintaan yang rendah dan peningkatan perang dagang antara China dan AS akan mencegah harga PE naik tajam karena semakin banyak kargo AS yang dialihkan ke Asia Tenggara saat ini."
Gratis Trial