Skip to content

Opsi Pilihan
Teks :
Kriteria Pencarian :
Teritori/Negara :
Kategori Produk/Produk :
Tipe Berita :
My Favorites:
 

Pertamina Indonesia menunda beberapa proyek penyulingan

Oleh Tim Editorial ChemOrbis - content@chemorbis.com
  • 07/06/2017 (03:37)
Berdasarkan Reuters, perusahaan minyak negara Pertamina Indonesia berencana untuk menunda perbaharuan penyulingan yang sudah dijadwalkan sebelumnya dan juga proyek baru mereka beserta dengan kerja sama dengan Rosneft dan Saudi Aramco karena isu finansial. Hal ini berarti negara tersebut akan menambah impor produk minyak dari yang direncanakan sebelumnya dalam waktu dekat.

Dengan demikian, penyelesaian atas tahap pertama proyek di Balikpapan akan tertunda menjadi 2020 dari 2019 sementara tahap dua akan ditunda hingga 2021. Setelah selesai, proyek tersebut direncanakan akan menambah kapasitas penyulingan menjadi 360,000 barel/hari dari 260,000 barel/hari.

Perusahaan tersebut juga berencana untuk menunda penyelesaian proyek ekspansi kapasitas penyulingan di Cilacap dari 348,000 barel/hari menjadi 400,000 barel/hari menjadi 2023 dari 2021. Proyek Cilacap ini bernilai $5 miliar dan dikerjakan bersama dengan Saudi Aramco.

Penundaan lainnya mempengaruhi penyelesaian proyek penyulingan baru di Tuban dengan kapasitas 300,000 barel/hari, yang digarap bersama Rosneft. Perusahaan tersebut berencana untuk mendiskusikan penundaan penyelesaian proyek tersebut menjadi 2023-2024 dari 2021.
Gratis Trial
Login Anggota