Skip to content

Opsi Pilihan
Teks :
Kriteria Pencarian :
Teritori/Negara :
Kategori Produk/Produk :
Tipe Berita :
My Favorites:
 

Pertumbuhan impor polimer Turki turun di 2018

Oleh Esra Ersöz - eersoz@chemorbis.com
  • 06/02/2019 (07:02)
Impor polimer Turki secara umum turun sebesar 6.5% di 2018 dibandingkan rekor tertinggi impor tahun sebelumnya. Penurunan ini sudah diprediksi karena depresiasi Lira terhadap Dolar AS, terutama di paruh kedua tahun 2018.

Kenaikan nilai tukar Dolar AS/Lira Turki menekan minat terhadap impor, meskipun terbatas

Seperti terlihat pada grafik berikut yang dihasilkan oleh ChemOrbis Stats Wizard, impor polimer Turki secara umum telah naik bertahap sejak 2001, mengesampingkan penurunan kecil pada 2008 dan 2014. Meskipun pertumbuhan melambat sejak 2012, sebuah rekor tercatat di tahun 2017 dengan impor lebih dari 5 juta ton.

Penguatan Dolar AS terhadap Lira Turki yang signifikan, berdampak langsung pada volume impor di tahun 2018. Namun, 6.5% masih tidak dilihat sebagai penurunan besar karena statistik masih menunjukan bahwa 2018 menjadi tahun terbesar kedua untuk impor.


5 pemasok terbesar masih tidak berubah di 2018

Lima pemasok polimer terbesar Turki masih sama seperti tahun sebelumnya dimana Saudi Arabia masih berada di puncak, disusul oleh Korea Selatan, Iran, Mesir, dan Belgia berturutan. Akibat dari penurunan impor di tahun 2018, banyak ekspor kehilangan pangsa pasar mereka di Turki kecuali Saudi Arabia.

Impor dari Iran turun lebih dari 50% sepanjang Agustus-Desember

Total ekspor polimer dari Korea Selatan dan Mesir ke Turki turun sekitar 5-6% year-over-year sementara itu impor dari Belgia turun 4%. Penurunan terbesar terlihat di Iran dengan penurunan tahunan lebih dari 20%. Impor dari Iran melambat terutama setelah Agustus, ketika sanksi pertama kali kembali diberlakukan. Impor kumulatif dari Iran antara Agustus dan Desember 2018 mencatatkan penurunan drastis lebih dari 50% di Turki dibandingkan periode serupa di tahun 2017, berdasarkan ChemOrbis Import Statistics.

Impor polimer dari Saudi Arabia mencapai lebih dari 1 juta ton

Diantara lima besar pemasok, Saudi Arabia menjadi satu-satunya negara yang mencatatkan peningkatan volume ekspor ke Turki di 2018. Impor dari Saudi Arabia naik lebih dari 6% berbasis tahunan melampaui level 1 juta ton, mencatatkan rekor tertinggi.

PP impor hanya turun tipis

Sebagai produk mandiri, impor homo-PP masih menjadi yang terbesar diantara polimer lainnya. Setelah mencapai level tertinggi di tahun 2017, impor homo-PP Turki hanya turun tipis sebesar 3% di 2018. Namun, angka tersebut masih diatas level 1.5 juta ton dan 2018 menjadi tahun dengan impor terbesar kedua sejak 2001. Demikian juga, impor PP block copolymer hanya turun 3% dari tahun sebelumnya.


Impor homo-PP dari Iran, Mesir turun; Saudi, India naik

Saudi Arabia berhasil mengekspor 11% tambahan homo PP ke Turki sepanjang 2018 berbasis tahunan, berada di puncak. Sementara itu, impor dari Iran turun 33% berbasis tahunan, jatuh ke peringkat ke enam dari peringkat ke empat di tahun sebelumnya. Meskipun Mesir masih menjadi pemasok terbesar kedua, ekspor mereka turun 10% dari tahun sebelumnya. Namun, India mengisi penurunan tersebut dengan meningkatkan ekspor hoo-PP ke Turki dengan lebih dari 16% berbasis tahunan dan naik ke peringkat ke empat.

HDPE impor mencatatkan volume terendah sejak 2011

Di pasar PE, penurunan paling terlihat pada pasar HDPE. ChemOrbis Import Statistics menunjukan penurunan tahunan sebesar 12%, kali pertama impor turun dibawah 600,000 ton sejak 2011 untuk produk ini. Penurunan ini tierjadi bahkan sebelum penerapkan biaya wajib untuk tas plastik diawal 2019, yang sangat menekan permintaan HDPE film di bulan Januari.

Tidak seperti di PP, Saudi Arabia dan Korea Selatan mencatatkan penurunan paling besar karena impor dari kedua negara tersebut turun masing-masing sebesar 12% dan 27% tahun ini. Iran masih menjadi pemasok terbesar dengan penurunan kecil sekitar 2% year-over-year.

LDPE impor dari Azerbaijan turun 20%

Statistik juga menunjukan penurunan kecil sebesar 3% untuk impor LDPE secara umum. Saudi Arabia dan Belgia meningkatkan ekspor mereka ke Turki sebesar 20% tahun ini dan naik ke peringkat kedua, sementara itu Azerbaijan mengekspor 20% lebih sedikit dari 2017 menempati posisi tiga.

Pelaku pasar: Statistik untuk LLDPE impor bermasalah

Para pelaku pasar di Turki melaporkan masalah terkait akurasi dari statistik impor LLDPE yang didapatkan dari TurkStat. Pendapat ini berakar dari kesulitan pada tariff untuk LLDPE, metallocene LLDPE dan MDPE. Karena itu, total volume impor LLDPE dan mLLDPE dimasukan dalam perhitungan, sehingga menunjukan jumlah impor serupa dari tahun sebelumnya.

Turki menerima arus masuk besar untuk kargo LLDPE AS

Sebagai akibat dari penambahan kapasitas baru di AS dan ekspor yang agresif sepanjang tahun 2018 terutama di kuartal terakhir, impor LLDPE secara umum untuk sumber ini naik besar menjadi 81,000 ton di Turki, 9 kali lebih besar dari 2017.

Volume impor kumulatif PVC terendah dalam 9 tahun

ChemOrbis Import Statistics menunjukan penurunan tahunan sebesar 15% pada impor kumulatif S-PVC, volume terendah sejak 2009. Impor melambat terutama pada paruh kedua tahun ini, tertekan oleh depresiasi Lira. Namun, ada kenaikan 10% pada PVC impor untuk paruh pertama sebagai perbandingan tahunan.


PVC impor dari AS turun karena pajak tambahan

Tidak seperti LLDPE, PVC tertekan hubungan AS-Turki hampir disepanjang 2018. Impor dari AS jatuh hampir 50% dibandingkan tahun sebelumnya sebagai akibat dari kebijakan balasan yang diterapkan Turki terhadap AS dimulai Mei 2018.

Turki masih menerapkan kebijakan sertifikasi pemrosesan masuk untuk impor As di awal September setelah impor dilarang di bulan Mei. Namun, minat terhadap material ini rendah karena kesulitan menyediakan letter of guarantee dengan pajak cukai 6.5%, 50% pajak tambahan dan 18.81% pajak antidumping. Tidak ada PVC impor tercatat dari AS di bulan September dan Oktober sementara itu impor hanya dalam jumlah terbatas tercatat di bulan November dan Desember.

Impor PS, ABS dan EPS mencatatkan penurunan besar

Impor kumulatif PS turun 22% year-over-year, berdasarkan ChemOrbis Import Statistics. PS impor dari Iran turun sebesar 20% berbasis tahunan sebagai akibat dari investigasi antidumping yang dimulai sejak Mei. Sementara itu, penjualan produsen domestik PS dari Yumurtalık Free Zone naik hampir 20% di tahun 2018 dari 2017. ABS impor turun 14% dan EPS turun 8% tahun ini.

Impor PET botol naik di 2018, China lebih dari tiga kali lipat

Mengesampingkan penjualan produsen domestik dari Zona Bebas Dagang Eropa, impor PET botol mencatatkan kenaikan 6% berbasis tahunan. Namun, penjualan dari produsen dari zona perdagangan bebas turun 16% tahun ini.

China melampaui PET impor Turki di 2018, menunjukan kenaikan lebih dari tiga kali lipat dari 2017 dan menjadi pemasok impor terbesar. Di sisi lain, India kehilangan 29% year-over-year.

Impor PET tekstil tertinggi sepanjang masa

Impor PET tekstil naik sebesar 17% mencapai rekor tertingi di 2018, berdasarkan ChemOrbis Import Statistics. Korea Selatan mencatatkan peningkatan ekspor ke Turki dengan lebih dari 55% berbasis tahunan untuk produk ini.

Untuk melihat catatan impor bulanan/tahunan/kumulatif

Silahkan mengunjungi ChemOrbis Import Statistics berdasarkan produk dan ChemOrbis Import Statistics berdasarkan negara .

Untuk membandingkan statistik dari beberapa regional dan produk, dan membuat grafik sesuai keinginan Anda

Silahkan mengunjungi ChemOrbis Stats Wizard dalam area Analysis Tools.
Gratis Trial
Login Anggota