Skip to content

Opsi Pilihan
Teks :
Kriteria Pencarian :
Teritori/Negara :
Kategori Produk/Produk :
Tipe Berita :
My Favorites:
 

Perusahaan petkim Eropa mencatatkan penurunan kinerja finansial untuk 2018

Oleh Merve Madakbaşı - mmadakbasi@chemorbis.com
  • 01/03/2019 (08:21)
Beberapa perusahaan petrokimia utama telah merilis kinerja finansial mereka untuk sepanjang tahun 2018. Perusahaan tersebut secara umum mencatatkan penurunan pemasukan sepanjang tahun lalu karena berbagai faktor.

Berbagai faktor tersebut termasuk level air rendan yang berdurasi lebih lama dari umumnya pada Sungai Rhine dan gangguan yang mempengaruhi volume produksi dan juga penurunan margin poliolefin terintegrasi. Ketidakpastian karena Brexit juga menekan aktivitas di pasar kimia dan petrokimia global.

Kenaikan penjualan gagal mendorong kenaikan pendapatan

BASF

Pendapatan perusahaan dari operasional (EBIT) sebelum item khusus turun lebih dari 15% menjadi €6.4 miliar ($7.2 miliar), dibandingkan tahun sebelumnya terlepas dari kenaikan 2% pada penjualan mereka dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan BASF, perlambatan ekonomi di industri otomotif, sektor konsumen terbesar mereka, berdampat negatif terhadap kinerja mereka dan menambahkan bahwa penurunan permintaan dari China ditengah perang dagang dengan AS juga berdampak negatif terhadap kinerja finansial tahunan mereka.

SOLVAY

Untuk sepanjang tahun lalu, pendapatan bersih Solvay Belgia turun 19% menjadi €858 juta ($975 juta), terutama karena amortisasi dan biaya restrukturisasi, meskipun penjualan naik. Perusahaan tersebut menjelaskan bahwa bisnis polimer spesialisasi mereka mencatatkan pertumbuhan volume yang solid pada paruh pertama tahun ini. Permintaan dari pasar kesehatan dan otomotif menunjukan gejala penurunan pada akhir tahun lalu.

BOREALIS

Untuk sepanjang tahun 2018, Borealis mengumumkan profit bersih sebesar €906 juta ($1.02 miliar) dibandingkan €1.09 miliar ($1.23 miliar) di tahun 2017. Penurunan ini didorong oleh penurunan margin poliolefin terintegrasi terlepas dari kenaikan penjualan.


INEOS

INEOS mengumumkan bahwa EBITDA mereka turun 11% menjadi €2.28 miliar ($2.58 miliar) dibandingkan €2.52 miliar ($2.85 miliar) di tahun 2017.

Perusahaan tersebut mengaitkan penurunan kinerja ini dengan kerugian stok holding non-tunai yang terjadi pada segmen Olefin dan Polimer (O&P) dan juga harga untuk minyak mentah dan produk turun signifikan sepanjang kuartal keempat.

EBITDA O&P Eropa turun 18% sepanjang tahun 2018 dari 2017. Permintaan olefin yang tinggi sebagian diseimbangkan oleh permintaan aromatik yang rendah sementara itu volume olefin terdampak oleh level air yang rendah di Sungai Rhine. Peningkatan kompetisi dari produk impor menekan margin polimer terlepas dari permintaan yang baik.

Pelemahan mata uang domestik juga menekan kinerja

SIBUR

Pendapatan total SIBUR Rusia untuk 2018 naik sekitar 25% menjadi RUB568.6 miliar ($8.6 miliar) karena dinamika positif pada harga produk petrokimia. Pemasukan dari Olefin dan Polimer naik 14.4% year-on-year. Kondisi ini terutama karena harga yang baik untuk PP and BOPP-films, sementara itu kondisi ini sebagian tertutup oleh penurunan pemasukan dari penjualan LDPE.

Namun, profit bersih turun 7.9% year-on-year menjadi RUB 110.8 miliar ($1.7 miliar) sepanjang 2018 year-on-year karena depresiasi Rubel Rusia terhadao Euro dan Dolar AS.

Volume penjualan PP SIBUR turun 2.5% year-on-year karena penutupan pemeliharaan di Tobolsk. Penjualan PE perusahaan tersebut juga turun 2.2% tahun lalu ditengah penutupan pemeliharaan di Tomsk.
Gratis Trial
Login Anggota