Skip to content

Opsi Pilihan
Teks :
Kriteria Pencarian :
Teritori/Negara :
Kategori Produk/Produk :
Tipe Berita :
My Favorites:
 

Produsen energi global melaporkan penurunan kinerja Q1 ditengah fluktuasi harga minyak mentah

Oleh Başak Ceylan - bceylan@chemorbis.com
  • 07/05/2019 (09:26)
Para produsen minyak dan petrokimia global mencatatkan penurunan pendapatan pada kuartal pertama 2019. Kondisi ini menggambarkan penurunan harga minyak mentah di awal kuartal ini, sejalan dengan kekhawatiran terkait perdagangan global dan risiko perlambatan ekonomi.

Pasar minyak mencatatkan awal 2019 yang lesu

Terlepas dari lonjakan lebih dari 50% dari level terendah bulan Desember, harga minyak mentah West Texas mencatatkan rata-rata sekitar $55/barel di Q1. Namun, harga tersebut 11% lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu, berdasarkan data rata-rata mingguan dari ChemOrbis Price Wizard.

Dow memprediksikan tren berbeda untuk Q2

Produsen berbasis di AS Dow Chemical mencatatkan penurunan tajam berbasis tahunan sekitar 24% pada EBITDA operasional kuartal. Tercatat sebesar $1.9 miliar, penurunan ini dikaitkan dengan margin yang menipis pada PE dan MEG dan juga penurunan pendapatan ekuitas.

Dow juga menjelaskan dalam laporan masa depan mereka bahwa mereka memprediksikan perubahan tren di kuartal kedua karena pemeliharaan rutin musiman dan aktivitas perawatan unit.

Westlake menekankan permintaan dari China yang lesu

Pendapatan bersih Westlake Chemical Corporation sebesar $72 juta untuk tiga bulan pertama yang berakhir di bulan Maret turun $215 juta dibandingkan pendapat bersih kuartal pertama 2018 sebesar $287 juta.

Perusahaan tersebut mengaitkan 50% penurunan pada pendapatan bersih ini dengan kesulitan penetapan harga sepanjang kuartal pertama, yang menunjukan penurunan permintaan China ditengah ketegangan perdagangan internasional dan penurunan harga minyak global di akhir 2018.

Prediksi Chevron dan Exxon meleset

Dua raksasa perusahaan energi berbasis di AS ini melaporkan penurunan gabungan mencapai lebih dari $3.3 miliar pada pendapatan bersih mereka untuk kuartal pertama, sebagian besar karena penurunan margin dalam bisnis penyulingan dan kimia.

Chevron melaporkan pendapatan sebesar $2.6 miliar, dibandingkan dengan $3.6 miliar pada kuartal pertama 2018 sementara itu pendapatan internasional dari sektor hilir perusahaan ini hanya sebesar $35 juta di kuartal pertama 2019, dibandingkan $286 juta tahun sebelumnya.

Untuk kuartal pertama 2019, pendapatan bersih ExxonMobil tercatat sebesar $2.35 miliar berbanding $4.65 miliar dari tahun sebelumnya. Operasional hilir ExxonMobil mencatatkan penurunan lebih besar dibandingkan Chevron dan mencatatkan kerugian sebesar $256 juta dibandingkan profit sebesar $940 juta dari tahun sebelumnya ditengah peningkatan jadwal pemeliharaan.

BP melaporkan penurunan level aktivitas pemeliharaan

Profit biaya pengganti raksasa minyak Inggris sebelum bunga dan pajak dari bisnis hulu mereka turun menjadi $2.4 miliar, dibandingkan profit sebesar $2.6 miliar dari tahun sebelumnya dan $3.5 miliar pada tiga bulan terakhir 2018. Perusahaan tersebut mengatakan bahwa dampak dari aktivitas pemeliharaan di US Gulf of Mexico telah berdampak negatif terhadap pendapatan kuartal mereka.

Shell melampaui estimasi, waspada dengan pemeliharaan yang akan datang

Royal Dutch Shell melaporkan penurunan tipis sekitar 2% pada profit kuartal pertama mereka sebesar $5.4 miliar, melampaui proyeksi sebesar $4.5 miliar.

Penurunan margin kimia dan penyulingan, dan juga penurunan harga minyak sebagian ditutupi oleh peningkatan kontribusi dari perdagangan.

Dibandingkan kuartal pertama 2018, pendapatan sektor hilir perusahaan ini turun 10% menjadi $1.59 miliar. Pendapatan sektor kimia mencatatkan penurunan lebih besar sekitar 35% dari periode tahun sebelumnya sebesar $451 juta, menunjukan penurunan intermediate dan margin dasar kimia.

Perusahaan tersebut juga menjelaskan dalam prospek mereka bahwa ketersediaan manufaktur diprediksi akan turun di kuartal kedua akibat peningkatan aktivitas perawatan pada pabrik kimia mereka.

LyondellBasell mencatatkan kemerosotan 34% pada profit bersih

LyondellBasell Industries merilis pendapatan bersih untuk kuartal pertama 2019 sebesar $800 miliar, turun 34% dari $1.23 miliar di kuartal yang sama 2018.

Kinerja olefin dari perusahaan tersebut di Amerika turun $130 juta dibandingkan periode sebelumnya. Kinerja polyolefin juga turun hampir $30 juta terutama karena penurunan pada margin baik untuk PE dan PP.

Segmen olefin dan polyolefin dari LyondellBasell untuk regional Eropa, Asia, dan Internasional juga melaporkan penurunan berbasis tahunan sebesar 34% pada pendapatan operasional mereka. Perusahaan tersebut mengatakan bahwa peningkatan pada volume dan margin setelah pemeliharaan terjadwal rampung pada unit cracker Wesseling mereka diseimbangkan oleh beberapa penutupan tidak terduga pada kuartal pertama.

Tiga pemeliharaan Borouge berdampak langsung pada profit Borealis

Borealis mengumumkan profit bersih sebesar €200 juta untuk kuartal pertama 2019, dibandingkan €240 juta pada kuartal yang sama 2018. Penurunan kinerja ini didorong oleh penurunan margin polyolefin terintegrasi di Eropa dan penurunan kontribusi dari perusahaan gabungan mereka dengan ADNOC, Borouge.

Borouge melakukan pemeliharaan selama tiga bulan pada kompleks mereka di Ruwais, UAE pada bulan Januari. Penutupan ini mempengaruhi operasional pada unit steam cracker berkapasitas 1.5 juta ton/tahun, dan juga pabrik PE dan PP di kompleks tersebut.
Gratis Trial
Login Anggota