Skip to content

Opsi pilihan
Teks :
Kriteria Pencarian :
Teritori/Negara :
Kelompok Produk/Produk :
Tipe Berita :
My Favorites:
 

Raksasa Petchem mengumumkan hasil yang mengecewakan ditengah perdebatan pengurangan output minyak

  • 03/02/2016 (05:35)
Perdebatan baru-baru ini mengenai kemungkinan pengurangan pasokan oleh Rusia dan OPEC dan spekulasi Arab Saudi bisa memberikan lampu hijau untuk menaikkan harga minyak mentah ke $33-34/bbl akhir minggu lalu. Namun, perbaikan ini bersifat hanya sementara karena rencana untuk mengurangi produksi telah perlahan hilang minggu ini. Menurut Goldman Sachs, langkah tersebut sangat tidak mungkin dan tidak akan menolong member OPEC karena harga yang menguat hanya akan mengantarkan kita kembali pada masa tutupnya US pada pasar.

Kekhawatiran pasokan diperburuk dalam OPEC khususnya setelah sangsi atas Iran resmi berakhir. Produksi minyak negara meruncing di bulan Januari. Menurut laporan media, Iran enggan untuk mengendalikan pasokan karena ia ingin memulihkan saham dan merasakan manfaat secara ekonomi dari dilepaskannya sangsi setelah mengalami jatuhnya harga minyak.

Ketika produksi minyak sangat diamati oleh seluruh dunia dan para pemain bertanya-tanya apakah minyak mentah tetap akan berada diatas $30/bbl atau jatuh dibawah threshold lagi, banyak dari para produsen petrokimia mengungkapkan hasil finansial mereka dengan kekecewaan.

Berita yang sangat mengejutkan datang dari Chevron yang mengumumkan kerugiannya untuk pertama kali daam 13 tahun. Menurut laporan media, minyak yang berlimpah dari Teluk Persia dan Amerika Utara runtuh hingga serpihan, memaksa perusahaan ini untuk mengurangi nilai dari lahan tersebut. Kerugian Chevron pada kuarter empat ini adalah sebesar $588 juta dibandingkan dengan keuntungan $3.5 milyar tahun lalu.

BP juga melaporkan penurunan 91% pada pendapatan kuarter keempat yaitu sebesar $196 juta dari keuntungan tahun lalu yang mencapai $2.24 milyar karena alasan yang sama. Para produsen utama lainnya seperti Exxon, juga mengikuti dengan anjloknya keuntungan mereka sebanyak 58% untuk kuarter akhir ini menjadi $2.78 milyar dibandingkan tahun sebelumnya.

LyondellBasell juga mengungkapkan keuntungan kuarter akhir ini yang lebih buruk dari perkiraan , dimana jatuh 31% pada $7.07 milyar dari tahun sebelumnya. Namun, ada peningkatan sedikit sebesar $795 juta pada keuntungan tahunan perusahaan.

Produsen minyak utama Prancis, Total, juga melaporkan adanya penyesuaian net profit mendekati $10 milyar untuk tahun 2015, turun lebih dari 20% selama tahun itu, ungkap CEO perusahaan ini, sebelum adanya hasil resmi yang diumumkan pada 11 Februari. Shell juga telah memperingatkan para investor mereka juga pada tanggal 20 Januari mengenai keuntungan pada kuarter keempat ni kemungkinan akan turun setidaknya 42% dari tahun sebelumnya dimana hasil resminya diperkirakan akan diumumkan pada 4 Februari.
gratis trial