Skip to content

Opsi Pilihan
Teks :
Kriteria Pencarian :
Teritori/Negara :
Kategori Produk/Produk :
Tipe Berita :
My Favorites:
 

Spot ethylene dan propylene Asia kehilangan kekuatan atas memudarnya permintaan

Oleh Tim Editorial ChemOrbis - content@chemorbis.com
  • 28/01/2014 (04:02)
Harga spot ethylene dan propylene di Asia telah kehilangan kekuatan selama seminggu terakhir. Memudarnya permintaan menjelang liburan Tahun Baru Cina dikatakan sebagai alasan utama biaya monomer menjadi lebih rendah di wilayah tersebut.

Di pasar ethylene, harga spot turun sebesar $80/ton berdasarkan CFR Asia Timur Laut dan $75/ton berdasarkan FOB Korea Selatan selama seminggu terakhir. Selain melemahnya permintaan selama periode pra-liburan, pemain juga menunjuk banyaknya pasokan di wilayah itu sebagai faktor lain di balik penurunan ini.

Harga spot propylene juga bergerak lebih rendah selama seminggu terakhir dan beberapa penawaran yang ditutup dengan penurunan sebanyak $55-70/ton berdasarkan CFR Cina. Harga spot berdasarkan FOB Korea Selatan juga menurun $50/ton pada pekan ini, tidak ada transaksi penjualan dilaporkan. Sumber pasar berkomentar bahwa mereka mengharapkan momentum turun tetap terjadi sampai pemain kembali ke pasar setelah liburan Tahun Baru Cina, atau sekitar minggu kedua Februari. Namun, penawaran bulan Maret tetap kuat karena sejumlah jadwal penutupan untuk pemeliharaan pabrik yang terjadi di seluruh wilayah.

Tianjin Bohai Cina menunda untuk membuka kembali unit propane dehydrogenation mereka (PDH), menurut laporan pada 22 Januari. Unit yang memiliki kapasitas propylene sebesar 600,000 ton/tahun, ditutup pada 12 Januari karena masalah teknis. Taekwang Industrial berencana untuk menutup unit PDH mereka di Korea Selatan untuk pemeliharaan yang direncanakan pada 12 Februari. Unit berkapasitas 300,000 ton/tahun diperkirakan akan tetap offline selama 20-25 hari sebelum melanjutkan operasi pada bulan Maret.

Formosa Taiwan berencana untuk menutup dua unit propylene mereka di Mailiao untuk pemeliharaan terjadwal. Residual fluid catalytic cracker (RFCC)no 1 milik perusahaan tersebut akan menjalani penutupan turnaround yang direncanakan dari akhir Maret hingga awal Juli. Unit RFCC tersebut memiliki kapasitas untuk memproduksi propylene 375,000 ton/tahun. Formosa juga berencana untuk menutup unit olefin conversion (OCU) mereka yang memiliki kapasitas propylene 250,000 ton/tahun pada akhir Maret.
Gratis Trial
Login Anggota