Skip to content

Opsi Pilihan
Teks :
Kriteria Pencarian :
Teritori/Negara :
Kategori Produk/Produk :
Tipe Berita :
My Favorites:
 

Stok PP Timur Tengah untuk Turki dikurangi

  • 05/02/2016 (04:55)
Penjual PP mendapatkan harga yang menguat mengikuti stok yang dikurangi dari supplier Timur Tengah minggu ini. Penawaran impor PP dilihat akan adanya diskon awal minggu ini sebelum penjual berubah pikiran dan harga rendah sebelumnya menghilang pada hari Kamis. Harga impor PP di Turki berada di bawah China sekitar dua minggu lalu.

Harga fibre PP naik tipis seiring dengan laporan tentang keterbatasan produk ini. Harga fibre Timur Tengah naik $10/ton pada kedua level, sementara penawaran pada fibre Iran naik sekitar $30/ton pada level bawah dari minggu ke minggu.

Sebuah packager besar mengatakan bahwa, "Dua produsen global sekarang sedang absen dari pasar PP. Mereka muncul untuk mengambil sikap yang lebih tegas, mengingat mereka tidak memiliki banyak untuk ditawarkan dan oleh sebab itu, mereka tidak akan menurunkan harga mereka lagi."

Seorang trader mengungkapkan bahwa, "Walaupun diramalkan akan ada penurunan harga, kami dapat menjual fibre PP Iran dalam kapasitas besar karena supply di Iran sudah cukup banyak. Sementara itu, produsen Timur Tengah tidak ingin untuk menjual Turki di bawah harga seluruh dunia lagi." Trader lain menambahkan, "Fibre PP sangat ketat di Gaziantep. Kami tidak ingin untuk mundur dari penawaran fibre Iran karena kami tidak memiliki beban stok."

Petro Rabigh Arab Saudi menutup 600,000 ton/tahun plan PP untuk 55 hari pada pertengahan Oktober. Plant ini awalnya berencana untuk berproduksi kembali pada akhir Januari namun ada penundaan sedikit. Trader di Turki telah melaporkan bahwa mereka tidak dapat menerima penawaran lain dari supplier sejak November.

Supplier PP Arab Saudi lainnya, perusahaan National Petrochemical Industrial (Natpet) Arab Saudi menutup plant propylene dan PP di Yanbu pada 11 Januari karena masalah teknis. Plant yang mampu menghasilkan 400,000 ton/tahun ini diprediksikan akan beroperasi kembali pada pertengahan Januari.

Menurut sumber pasar, Borouge UAE, joint venture antara Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) dan Borealis Austria, telah menutup sektor PP pada Ruwais petrochemical complex untuk sebuah perubahan haluan. Sumber melaporkan bahwa perusahaan akan melanjutkan untuk melakukan maintenance pada sektor PP di tempat tersebut selama 2-3 minggu sementara kapasitas pastinya yang akan terkena dampak dari penutupan ini pun belum jelas. Ruwais complex memiliki kapasitas produksi gabungan polypropylene sebesar 1.76 juta ton/tahun.

Produsen pada Oman Oil Refineries and Petroleum Industries (Orpic) milik negara melaporkan pada ChemOrbis bahwa seluruh kilang akan menjalankan maintenance mulai dari 23 Februari selama 2 bulan. Pada periode ini, aktivitas ekspor akan berhenti sementara dan produsen hanya akan melakukan transaksi dengan pasar domestik dari stok mereka. Perusahaan menutup plan PP di Sohar yang mampu menghasilkan 350,000ton/tahun di bulan Januari karena masalah teknis. Plant ini akan dimulai kembali pada minggu akhir bulan Januari. Trader asal Turki mengatakan, "Sumber kami tidak mampu untuk menawarkan material minggu ini mengutip penutupan pada plant PP mereka."
Gratis Trial