Skip to content

Opsi Pilihan
Teks :
Kriteria Pencarian :
Teritori/Negara :
Kategori Produk/Produk :
Tipe Berita :
My Favorites:
 

Total impor polimer China periode Januari–Mei menyentuh level tertinggi dalam hampir dua dekade

Oleh Esra Ersöz - eersoz@chemorbis.com
  • 12/07/2019 (05:56)
Kumulatif impor polimer China dalam lima bulan pertama 2019 naik 14% tahun ini mencapai lebih dari 10 juta ton dan menyentuh level tertinggi selama hampir dua dekade sejak ChemOrbis mulai melakukan pencatatan statistik impor China pada 2001.

Catatan ini membuat negara perekonomian kedua terbesar dunia ini masih dalam prediksi untuk melampaui catatatan tahun lalu terlepas dari tarif yang dibebankan untuk beberapa produk ditengah tensi dagang dengan AS sejak tahun lalu


Saudi Arabia masih menjadi pemasok utama

Pemasok utama adalah Saudi Arabia dengan impor dari negara tersebut naik 27% tahun ini menyentuh hampir 2 juta ton sepanjang periode tersebut. Selanjutnya adalah Korea Selatan dimana impor dari negara ini naik 6.5% mencapai lebih dari 1 juta ton.

Iran berhasil mencatatkan kenaikan dan melampaui Taiwan untuk mencapai posisi ketiga, terlepas dari dampak yang sangat terasa dari sanksi AS terhadap perdagangan negara tersebut. Kargo polimer dari negara tersebut naik 13% menjadi sedikit diatas 1 juta ton. Sementara itu, Taiwan turun ke posisi keempat meskipun impor dari negara tersebut naik 7.7% menjadi sekitar 1 juta ton dan mendekati catatan Iran.

Di sisi lain, impor dari mitra utama – AS – turun hampir 30% menjadi 351,097 ton sepanjang periode Januari-Mei ditengah perang dagang. Para pelaku pasar saat ini memperhatikan kelanjutan diskusi dagang setelah pertemuan G20 untuk mengetahui apakah akan ada pemulihan pada peruh kedua tahun ini.



Impor HDPE naik 14%, kedatangan dari AS turun

Untuk berbasis produk, HDPE impor China naik 14% tahun ini menjadi 3.2 juta ton yang juga menyentuh level tertinggi. Saudi Arabia menjadi pemasok terbesar dengan 162,000 ton, diikuti oleh Iran sebesar 144,000 ton dan UAE sebesar 70,686 ton.

Impor dari AS jatuh 83% menjadi 29,499 tons dari 172,764 ton sepanjang periode sebelumnya. China mengenakan tariff tariff balasan untuk LLDPE dan HDPE dari bulan Agustus tahun lalu, yang menekan pertumbuhan ekspor AS untuk grade tersebut.

LLDPE impor naik 29% melampaui 2 juta ton dalam 5 bulan

Impor LLDPE China naik 29% mencapai lebih dari dua juta ton. Saudi Arabia kembali menjadi pemasok terbesar dengan 563,295 ton. Singapura di posisi selanjutnya dengan 405,348 ton, diikuti oleh Thailand sebesar 294,700 ton.

Impor dari AS untuk grade ini turun lebih dari separuh sepanjang periode ini menjadi 47,938 ton dari 108,073 ton.

LDPE impor naik 13%, Iran masih menjadi pemasok utama

China mengimpor lebih banyak LDPE pada lima bulan pertama tahun ini, dengan kenaikan 13% menjadi 1,399,000 ton dari periode yang sama 2018.

Pemasok terbesar LDPE ke China adalah Iran terlepas dari sanksi AS sebesar 320,205 ton, diikuti oleh Saudi Arabia sebesar 192,982 ton. AS di posisi ketiga dengan 124,047 ton, dimana grade ini tidak dikenakan tariff terlepas dari ketegangan perdagangan antar kedua negara.

Homo PP impor turun ditengah berbagai fasilitas yang mulai beroperasi

Tidak seperti polimer lainnya, China mengimpor lebih sedikit Homo-PP dari luar negeri sepanjang periode ini, dengan impor turun 1.6% berbasis tahunan menjadi 1,352,000 ton ditengah peningkatan kapasitas domestik.

Korea Selatan menjadi pemasok terbesar dengan 319,231 ton, diikuti oleh Saudi Arabia dan Singapura masing-masing sebesar 185,909 ton dan 137,953 ton.

PP Copolymer impor naik 17%

Impor PP copolymer China sepanjang periode Januari-Mei naik 17% tahun ini menjadi 619,000 ton. Pemasok terbesar adalah Taiwan dengan 193,989 ton. Kemudian Singapura dengan 151,498 ton dan Korea Selatan dengan 89,244 ton.

Material ini adalah satu dari sedikit kategori dimana Saudi Arabia tidak menempati posisi tiga besar pemasok. Saudi Arabia berada di posisi enam dengan 35,954 ton.

PVC impor naik 6% dan PS 23%

Impor PVC sepanjang lima bulan pertama tahun 2019 naik 6% tahun ini menjadi 284,000 ton. AS memasok PVC paling banyak ke China dengan 135,511 ton. Taiwan di posisi kedua berdasarkan volume dengan 77,959 ton dan Jepang di posisi selanjutnya dengan 37,686 ton.

Impor PS China sepanjang periode Januari-Mei naik 23% tahun ini menjadi 311,000 ton. Eksportir PS terbesar adalah Taiwan, yang mengirimkan 91,510 ton. Singapura dan Malaysia melengkapi posisi tiga besar dengan masing-masing sebesar 38,489 ton dan 33,824 ton.

Akankah pertumbuhan impor China menurun di paruh kedua?

Impor China yang mencapai rekor sepanjang lima bulan pertama tahun ini semakin menegaskan level stok yang tinggi di negara tersebut, yang disebut sebagai alasan utama yang akan menekan turun tren untuk sebagian besar polimer sejak pertengahan April. Tren penurunan berlangsung selama dua bulan untuk sebagian besar pasar polimer.

Tensi dagang juga terus menyebabkan kekhawatiran terlepas dari optimisme baru untuk sebuah resolusi. AS mungkin harus mencari tujuan alternatif ke China sementara itu China berencana untuk mengoperasikan lebih banyak kapasitas PP dan PE pada akhir tahun ini, yang pada akhirnya akan menekan minat beli untuk impor.

Kemungkinan perlambatan ekonomi China juga membayangi apakah China akan melanjutkan tren impor ini untuk paruh kedua tahun ini.
Gratis Trial