Skip to content

Opsi Pilihan
Teks :
Kriteria Pencarian :
Teritori/Negara :
Kategori Produk/Produk :
Tipe Berita :
My Favorites:
 

Tren naik PP goyah di Indonesia di tengah penolakan hilir

Oleh Abdul Hadhi - ahadhi@chemorbis.com
  • 04/08/2020 (04:47)
Harga PP di Indonesia mulai turun setelah kenaikan sejak Mei di tengah meningkatnya penolakan pembeli terhadap kenaikan harga.

Dari $1063/ton FD Indonesia pada pertengahan Juli, harga homo-PP rafia domestik telah menurun hingga $1010/ton pada saat ini - penurunan 5%, menurut data ChemOrbis Price. Harga domestik telah bergerak naik dari sekitar $ 860/ton pada akhir April/awal Mei.

Harga impor, sementara itu, turun pada $975/ton CIF Indonesia dari $990/ton pada minggu lalu. Demikian pula, harga impor telah naik dari sekitar $785/ton pada akhir April.

“Permintaan domestik belum mampu mengimbangi laju kenaikan bahan baku polimer dan penolakan pembelian telah terlihat jelas. Konverter tidak bisa mencerminkan harga bahan baku yang lebih tinggi kepada pengguna akhir mereka di pasar hilir. Harga impor sedikit berkurang juga, ”jelas produsen produk akhir Indonesia.

Mencerminkan suasana yang berubah, produsen Indonesia mulai menurunkan penawaran PP domestik dari minggu lalu setelah hampir dua bulan ditingkatkan.

Kekhawatiran gelombang kedua COVID-19 dapat memperlambat pemulihan

Menambah resistensi pembeli terhadap kenaikan harga telah menjadi perhatian atas infeksi COVID-19 yang baru dan kemungkinan pemberlakuan karantian wilayah yang baru.

Sebagian besar kenaikan harga dari bulan Mei telah dikaitkan dengan perkiraan peningkatan permintaan dan pemulihan harga ketika Indonesia keluar dari pembatasan sosial, bersamaan dengan negara-negara lain di kawasan ini.

Namun, perkiraan seperti itu telah disangkal oleh peningkatan infeksi baru-baru ini yang mendorong pihak berwenang di Jakarta - ibukota negara berpenduduk padat - untuk menunda rencana untuk lebih mencabut langkah-langkah jarak sosial sampai 13 Agustus. Kantor, restoran, pusat perbelanjaan dan tempat-tempat ibadah telah diizinkan untuk kembali beroperasi dengan beberapa batasan.

Dukungan dari pemeliharaan, hulu

Meskipun demikian, harga PP dapat memperoleh dukungan dari pasokan yang terbatas oleh turnaround.

"Harga PP telah didukung oleh terbatasnya pasokan regional sementara bahan baku naphtha tetap kuat," kata seorang pedagang regional.

Di antara mereka yang menjalani pemeliharaan adalah pabrik IRPC 770.000 ton/tahun di Map Ta Phut di Thailand dan unit 45.000 ton/tahun Pertamina di Plaju di Indonesia. Sementara itu, pabrik PRefChem yang 900.000 ton/tahun tidak akan dimulai kembali dari pemeliharaan hingga September.

Untuk mengikuti Berita Produksi PP terbaru, silakan lihat Berita Produksi PP (Khusus Anggota).

Harga PP juga menerima dukungan hulu, dengan harga naphtha berbasis CFR Jepang naik moderat dari $386/ton pada pertengahan Juli menjadi $394/ton akhir-akhir ini.

Sementara itu, harga PPH terus mendapat manfaat dari sentimen limpahan dari permintaan PPH non-woven, yang digunakan dalam pembuatan masker medis. Permintaan telah berkembang lebih kuat untuk masker medis di wilayah ini dan secara global di tengah gelombang infeksi COVID-19 yang baru.




Gratis Trial
Login Anggota