Skip to content

Opsi pilihan
Teks :
Kriteria Pencarian :
Teritori/Negara :
Kelompok Produk/Produk :
Tipe Berita :
My Favorites:
 

Turki menuju serangkaian kapasitas petrokimia terbaru pada 2020-2023

  • 13/04/2018 (05:53)
Di Turki, beberapa perusahaan telah merilis rencana mereka untuk membangun beberapa fasilitas petrokimia terbaru, dengan tanggal awal operasional dijadwalkan dalam lima tathun kedepan. Sebagian besar dari proyek tersebut termasuk dalam 23 investasi yang telah mendapatkan sertifikat insentif karena proyek tersebut dilihat mampu memberikan manfaat melalui insentif dengan total mencapai TRY135 miliar ($33 miliar) dengan cakupan skema insentif berbasis proyek yang dirilis oleh pemerintah Turki.

Beberapa fasilitas baru diprediksi akan menekan defisit Turki saat ini dan menekan kebergantungan pada PP impor sebesar 25-40% ketika proyek tersebut selesai, berdasarkan beberapa media setempat.

Metcap Energy Investments Turki dan Fusion Dynamics Qatar berencana untuk berinvestasi sebesar $5.2 miliar pada kompleks gas alam dan petrokimia terbaru di Turki dalam bentuk usaha bersama 50-50 persen.

Usaha bersama yang baru diresmikan, Metcap Petrochemicals, akan membangun pabrik kimia berbasis gas alam dengan kapasitas mencapai 1 juta ton olefin per tahun di regional Thrace. Fasilitas senilai $4 miliar tersebut akan memiliki kapasitas produksi sebesar 1 juta ton/tahun untuk PP (600,000 ton/tahun) dan PE (400,000 ton/tahun) secara total. Fasilitas terbaru ini akan memulai fase awal dari 2020 dan seluruh rencana investasi akan diselesaikan pada 2023. Perusahaan tersebut mentargetkan untuk menekan impor Turki secara umum sebesar $1.4 miliar melalui proyek ini.

CFS Istanbul Investment Inc. berencana untuk membangun fasilitas PP baru di Yumurtalik, Adana. Perusahaan tersebut menerima sertifikat insentif untuk membangun pabrik berkapasitas 650,000 ton/tahun. Fasilitas senilai $1.2 miliar dijadwalkan untuk mulai beroperasi pada kuartal terakhir 2020.

Di Februari tahun ini, perusahaan energi dan kimia milik negara Aljazair Sonatrach dan Ronesans Endustri and Bayegan Turki menyepakati kerjasama pembangunan fasilitas petrokimia di Yumurtalik Free Zone. Fasilitas terbaru ini akan menelan biaya sekitar $1 miliar dan termasuk unit PDH berkapasitas 550,000 ton/tahun dan juga unit PP berkapasitas 450,000 ton/tahun. Aljazair direncanakan akan memasuk propana ke pabrik PDH untuk menghasilkan PP. Meskipun tanggal pasti konstruksi belum ditentukan, awal operasional diperkirakan terjadi dalam 5 tahun.

Di 2017, Turki mengimpor lebih dari 1.6 juta ton homo-PP dan 296,000 ton PP copolymer, dengan nilai pasar secara umum lebih dari 2 juta ton/tahun dimana kapasitas produksi petrokimia bertambah sebesar 144,000 ton/tahun. Sementara itu, impor homo-PP menunjukan volume terbesar dalam 17 tahun.

Para produsen PP Turki menyambut positif berita ini, mengatakan, "Kami berharap beberapa kapasitas baru memberikan kami pilihan alternatif dalam jangka panjang ketika pabrik tersebut mulai beroperasi. Namun, kami tidak berharap kabar ini akan berdampak besar pada pasar segera karena proyek tersebut membutuhkan waktu untuk berdampak."

Seorang pelaku pasar mengatakan, "Turki membutuhkan lebih banyak pasokan untuk PP, LLDPE, dan HDPE berbasis domestik. Kapasitas baru ini kemungkinan besar akan berdampak pada pasar PP ketika rampung dan berdasarkan fakta bahwa Turki adalah importir PP terbesar kedua didunia."

SASA Polymer Turki juga mendapatkan sertifikan insentif investasi bernilai sekitar TRY29 miliar ($7 miliar) yang digunakan pada investasi PET. Perusahaan tersebut menyepakati sebuah kontrak dengan Thyssenkrupp Industrial Solutions Jerman untuk membangun dua unit PET berskala dunia dengan kombinasi kapasitas mencapai 596,000 ton/tahun di Adana.
gratis trial