Skip to content

Opsi Pilihan
Teks :
Kriteria Pencarian :
Teritori/Negara :
Kategori Produk/Produk :
Tipe Berita :
My Favorites:
 

Turnaround di Asia menekan harga propylene semakin tinggi

  • 10/03/2016 (05:28)
Di Asia, turnaround cracker terus mendesak pasar monomer. Oleh karena shutdown yang dijadwalkan dalam waktu dekat dan beberapa pekan mendatang serta menguatnya harga minyak, saat ini diperdagangkan diatas $35/barel threshold, harga spot propylene telah menunjukkan kenaikkan lagi. Harga saat ini berada $50-65/ton lebih tinggi dibandingkan dengan awal Februari lalu.

Untuk melihat berita produksi PP terbaru, dapat mengakses PP Production News (Hanya untuk member)

Mengenai berita produksi, YNCC Korea Selatan menutup cracker No 2 di Yeochun, dengan kapasitas propylene sebanyak 270,000 ton/tahun, pada 10 Maret. Shutdown ini akan berlangsung selama 1 bulan. Tosoh Corporation Jepang pun telah menutu cracker propylene mereka di Yokkaichi yang berkapasitas 316,000 ton/tahun pada tanggal 8 Maret lalu. Cracker ini akan diperkirakan untuk beroperasi kembali pada tanggal 14 April. Formosa Petrochemicals juga berencana untuk menutup cracker No 2 mereka antara bulan Maret atau April. Cracker ini memiliki kapasitas produksi propylene sebesar 375,000 ton/tahun. Lotte Chemical Korea Selatan berencana untuk melakukan maintenance panjang pada plant mereka di Yeosu yang berkapasitas 480,000 ton/tahun antara tanggal 11 April hingga 6 Mei.



Sumber: ChemOrbis Price Wizard

Selama bulan Mei dan June, beberapa jadwal shutdown sudah direncanakan. Maruzen Petrochemical Jepang berencana untuk menutup plant berkapasitas 520,000 ton/tahun di Chiba tanggal 10 Mei hingga akhir Juni, selama 50 hari. Sementara itu, Mitsubishi Chemical juga berencana untuk melakukan shutdown maintenance pada cracker propylene mereka di Kashima, yang berkapasitas 540,000 ton/tahun, dari tanggal 7 Mei hingga akhir Juni, untuk lebih dari 50 hari.

JX Nippon Oil & Energy Jepang berencana untuk melakukan turnaround pada plant mereka di Kawasaki yang berkapasitas 260,000 ton/tahun, antara bulan Juli dan September. Formosa Petrochemical juga berencana melakukan shutdown maintenance selama 50 hari pada cracker No 2 mereka yang berkapasitas 515,000 ton/tahun antara tanggal 1 Agustus dan 22 September. Idemitsu Kosan menutup cracker Tokuyama, dengan kapasitas propylene 450,000 ton/tahun, selama sebulan pada bulan September. SK Energy Korea Selatan, juga sedang mempertimbangkan untuk melakukan maintenance shutdown pada cracker Ulsan mereka tanggal 17 September mendatang. Cracker ini memilik kapasitas produksi propylene sebanyak 360,000 ton/tahun.
Gratis Trial