Skip to content




Pasar

Asia Pasifik

  • Afrika

  • Mesir
  • Afrika
  • (Aljazair, Tunisia, Libya, Maroko, Nigeria, Kenya, Tanzania)
Price Wizard

Membuka harga global di seluruh rantai nilai dan ubah data yang kompleks menjadi wawasan yang jelas.

Price Wizard

Buat dan simpan grafik Anda sendiri

Grafik Favorit

Simpan dan akses grafik populer

Ringkasan Produk

Menganalisa perubahan harga berdasarkan produk

Ringkasan Pasar

Menganalisa perubahan harga berdasarkan pasar

Analisa Keuntungan

Memantau harga dan netback

Pemantau Harga

Pantau harga polimer secara global

Stats Wizard

Mengungkap data impor dan ekspor global untuk mempelajari volume dan pola perdagangan.

Stats Wizard

Buat dan simpan grafik Anda sendiri

Gambar

Memahami sekilas mengenai pola perdagangan

Mitra

Menganalisis data mitra dari waktu ke waktu

Pelapor

Menganalisis data reporter dari waktu ke waktu

Seri Data

Membandingkan kuantitas, nilai dan harga

Supply Wizard

Mengikuti pasokan polimer global dan visualisasikan melalui bagan dan tabel interaktif.

Kapasitas Global

Memantau pabrik yang sudah ada dan baru

Berita Produksi

Mengikuti perubahan persediaan berdasarkan pabrik

Gambar

Memahami sekilas mengenai status persediaan

Kapasitas Offline

Mempelajari pemadaman kapasitas

Kapasitas Baru

Mempelajari penambahan kapasitas baru

Penutupan Pabrik

Mempelajari penutupan pabrik permanen

Saldo Persediaan

Menganalisa keseimbangan persediaan dari waktu ke waktu

Opsi Pilihan
Teks :
Kriteria Pencarian :
Teritori/Negara :
Kategori Produk/Produk :
Tipe Berita :
My Favorites:
Diterjemahkan oleh kecerdasan buatan.

Ketidakpastian di Hormuz Membuat Opsi Landbridge Saudi Kembali Disorot, Namun Tantangan Mengintai

Oleh Tim Editorial ChemOrbis - content@chemorbis.com
  • 06/03/2026 (09:18)
Risiko keamanan di sekitar Selat Hormuz terus mengganggu operasional pelayaran dengan Maersk baru-baru ini mengumumkan penangguhan seluruh pemesanan dari sebagian besar pelabuhan di Teluk. Dengan demikian, tim logistik di seluruh Teluk semakin aktif menilai koridor alternatif guna menjaga kelancaran pergerakan kargo, sementara pasar global lainnya terguncang akibat gangguan pasokan dari Timur Tengah.

Ketidakpastian Hormuz Membuat Opsi Landbridge Saudi Kembali Disorot

Seiring risiko keamanan di sekitar Selat Hormuz yang terus mengganggu operasional pelayaran, tim logistik di seluruh Teluk semakin aktif menilai koridor alternatif untuk menjaga pergerakan kargo.

Salah satu skenario yang kembali mendapat perhatian adalah kemungkinan pengalihan kargo di dalam wilayah Saudi dari Provinsi Timur ke gerbang-gerbang di bagian barat. Dalam skema seperti ini, kargo ekspor yang berasal dari klaster industri di sekitar Jubail dan Dammam dapat diangkut menggunakan truk melintasi kerajaan dan dikirimkan melalui pelabuhan Laut Merah seperti Jeddah Islamic Port, King Abdullah Port, atau Yanbu.

Perkembangan di sektor energi menandakan bahwa jenis pengalihan dari timur ke barat semacam ini sudah mulai dipertimbangkan. Saudi Aramco dilaporkan mulai mengalihkan sebagian pengiriman minyak mentah dari terminal Teluk ke Yanbu di Laut Merah, menggunakan jalur pipa East-West milik kerajaan untuk melewati Selat Hormuz di tengah kekhawatiran keamanan yang meningkat.
Namun, untuk kargo petrokimia dan kargo dalam kontainer, pergeseran ini akan sangat bergantung pada transportasi darat, secara efektif mengubah jaringan jalan raya Saudi Arabia menjadi landbridge sementara antara Teluk dan Laut Merah.

Geografi Petrokimia Menambah Tantangan

Produksi poliolefin Saudi Arabia sangat terkonsentrasi di sisi Teluk, yang berarti sebagian besar ekspor umumnya bergantung pada jalur pelayaran yang melewati Selat Hormuz.

WilayahPangsa kapasitas PP/PERute ekspor tipikal
Jubail (Teluk) ~70–75%Selat Hormuz
Yanbu (Laut Merah)~15–20%Suez / Bab el-Mandeb
Rabigh (Laut Merah)~10%Suez / Bab el-Mandeb
Dengan sebagian besar kapasitas PP dan PE berlokasi di Jubail, eksportir berpotensi menghadapi tantangan logistik besar apabila jalur pelayaran Teluk masih terhambat. Pengalihan kargo ke Laut Merah akan membutuhkan transportasi darat melintasi sekitar 1.300 km, menghubungkan Provinsi Timur ke pelabuhan-pelabuhan di wilayah barat.Potensi Tekanan Logistik

Bila volume ekspor mulai bergerak di koridor ini, sejumlah tekanan operasional dapat segera muncul. Pelaku pasar mengingatkan risiko sebagai berikut:

  • Lonjakan mendadak arus kargo darat dapat menyebabkan kekurangan truk yang tersedia, khususnya untuk transportasi kontainer jarak jauh.
  • Peningkatan permintaan juga bisa mendorong tarif truk menjadi lebih tinggi. Para pedagang melaporkan biaya angkutan darat sudah meningkat dua kali lipat menjadi $100/ton baru-baru ini dan diperkirakan masih rentan terhadap lonjakan harga lanjutan dalam waktu dekat. Di atas itu, perusahaan pelayaran juga mulai menerapkan biaya tambahan minimal $100-150/ton untuk pengiriman dalam kontainer.
  • Peningkatan volume kargo berpotensi memunculkan risiko kemacetan di pelabuhan-pelabuhan utama Laut Merah, mengingat besarnya kapasitas ekspor Saudi Arabia untuk PP, PE, MEG, amonia, dan urea.
  • Perusahaan pelayaran juga akan menyesuaikan penempatan kapal mereka, seperti telah dilaporkan Maersk bahwa Jeddah dan King Abdullah Port di Saudi Arabia masih tetap beroperasi dan mereka terus menerima pemesanan baru dari lokasi-lokasi tersebut.

Walaupun belum ada pergeseran besar yang terkonfirmasi untuk kargo petrokimia, penyedia logistik menyampaikan bahwa pelabuhan-pelabuhan di Laut Merah Saudi Arabia kini semakin dipandang sebagai titik keluar alternatif untuk perdagangan regional jika gangguan maritim di Teluk terus berlanjut.

Gratis Trial
Login Anggota