Skip to content




Pasar

Asia Pasifik

  • Afrika

  • Mesir
  • Afrika
  • (Aljazair, Tunisia, Libya, Maroko, Nigeria, Kenya, Tanzania)
Price Wizard

Membuka harga global di seluruh rantai nilai dan ubah data yang kompleks menjadi wawasan yang jelas.

Price Wizard

Buat dan simpan grafik Anda sendiri

Grafik Favorit

Simpan dan akses grafik populer

Ringkasan Produk

Menganalisa perubahan harga berdasarkan produk

Ringkasan Pasar

Menganalisa perubahan harga berdasarkan pasar

Analisa Keuntungan

Memantau harga dan netback

Pemantau Harga

Pantau harga polimer secara global

Stats Wizard

Mengungkap data impor dan ekspor global untuk mempelajari volume dan pola perdagangan.

Stats Wizard

Buat dan simpan grafik Anda sendiri

Gambar

Memahami sekilas mengenai pola perdagangan

Mitra

Menganalisis data mitra dari waktu ke waktu

Pelapor

Menganalisis data reporter dari waktu ke waktu

Seri Data

Membandingkan kuantitas, nilai dan harga

Supply Wizard

Mengikuti pasokan polimer global dan visualisasikan melalui bagan dan tabel interaktif.

Kapasitas Global

Memantau pabrik yang sudah ada dan baru

Berita Produksi

Mengikuti perubahan persediaan berdasarkan pabrik

Gambar

Memahami sekilas mengenai status persediaan

Kapasitas Offline

Mempelajari pemadaman kapasitas

Kapasitas Baru

Mempelajari penambahan kapasitas baru

Penutupan Pabrik

Mempelajari penutupan pabrik permanen

Saldo Persediaan

Menganalisa keseimbangan persediaan dari waktu ke waktu

Opsi Pilihan
Teks :
Kriteria Pencarian :
Teritori/Negara :
Kategori Produk/Produk :
Tipe Berita :
My Favorites:
Diterjemahkan oleh kecerdasan buatan.

Pasar PP dan PE India Menguat Setelah Enam Kali Kenaikan Harga Lokal

Oleh Shibu Itty Kuttickal - sikuttickal@chemorbis.com
  • 11/02/2026 (09:24)
Pasar poliolefin lokal di India memasuki bulan Februari dengan suasana sangat optimis seiring produsen dalam negeri menerapkan kenaikan harga terbaru minggu ini. Pada 9 Februari, pemasok terkemuka menaikkan penawaran untuk homo-PP raffia sebesar INR2,000/ton ($22/ton), sementara LLDPE film naik INR2,500/ton ($28/ton) dan HDPE film sebesar INR2,000/ton. Langkah ini menandai kelanjutan pemulihan yang jelas sejak pasar bangkit dari titik terendah tahunannya menjelang akhir tahun sebelumnya.

Pasar secara resmi mencapai titik terendah pada pertengahan Desember 2025, mengakhiri penurunan selama delapan bulan yang menyebabkan harga berada di posisi terendah dalam beberapa tahun. Sejak saat itu, telah terjadi enam kali revisi kenaikan harga berturut-turut pada daftar harga lokal karena produsen secara agresif menyesuaikan kenaikan biaya. Secara kumulatif, harga produk film telah naik sebesar INR9,500-11,500/ton ($105-$127/ton) dari dasar harga Desember tersebut, mencerminkan perubahan besar dalam psikologi pasar dan kembalinya dinamika yang didorong oleh penjual.

Produsen Kejar Kenaikan Biaya di Tengah Lonjakan Harga Bahan Baku

Penggerak utama di balik pembalikan arah ini adalah dorongan strategis produsen domestik untuk mengembalikan margin setelah harga mencapai dasar pada pertengahan Desember. Kenaikan biaya naphtha — bahan baku utama untuk cracker terintegrasi di India — secara efektif menaikkan biaya produksi baik untuk PP maupun PE. Tekanan kenaikan biaya ini, diperkuat oleh terbatasnya ketersediaan spot dalam negeri dan lonjakan restock menjelang PlastIndia 2026, memungkinkan produsen menerapkan enam kali kenaikan harga.

Keterbatasan Pasokan Membatasi Pilihan Pembeli

Selain faktor bahan baku, pengencangan pasokan juga memainkan peranan penting dalam penguatan harga. Beberapa pabrik domestik melakukan pemeliharaan terjadwal pada akhir Januari, bertepatan dengan penurunan penawaran impor yang kompetitif dari Timur Tengah. Keterbatasan pasokan spot ini membuat pelaku konversi memiliki opsi yang lebih sedikit, sehingga produsen lokal dapat mempertahankan posisi harga yang tegas meskipun permintaan tergolong moderat.

Optimisme Makro Dorong Antusiasme Restock

Pelaku pasar juga menyoroti faktor pemicu makroekonomi, termasuk Anggaran Union 2026 baru-baru ini, yang menandakan pengeluaran infrastruktur yang kuat. Hal ini meningkatkan optimisme jangka panjang, mendorong pedagang untuk kembali mengisi inventaris yang selama koreksi di akhir 2025 sengaja dijaga rendah. Rasa "takut ketinggalan" mendapatkan harga rendah secara efektif telah menggantikan sikap "tunggu dan lihat" sebelumnya.

Ke depannya, keberlanjutan tren ini akan sangat bergantung pada kemampuan sektor pengemasan dan pertanian dalam menyerap kenaikan biaya bahan baku ini. Meskipun pemulihan awal didorong oleh faktor biaya, pasar kini mencari dukungan lanjutan yang digerakkan permintaan. Namun, untuk pekan ini, sentimen masih sangat menguntungkan bagi penjual di tengah pengetatan pasokan yang terus berlangsung.
Gratis Trial
Login Anggota