Skip to content




Pasar

Asia Pasifik

  • Afrika

  • Mesir
  • Afrika
  • (Aljazair, Tunisia, Libya, Maroko, Nigeria, Kenya, Tanzania)
Price Wizard

Membuka harga global di seluruh rantai nilai dan ubah data yang kompleks menjadi wawasan yang jelas.

Price Wizard

Buat dan simpan grafik Anda sendiri

Grafik Favorit

Simpan dan akses grafik populer

Ringkasan Produk

Menganalisa perubahan harga berdasarkan produk

Ringkasan Pasar

Menganalisa perubahan harga berdasarkan pasar

Analisa Keuntungan

Memantau harga dan netback

Pemantau Harga

Pantau harga polimer secara global

Stats Wizard

Mengungkap data impor dan ekspor global untuk mempelajari volume dan pola perdagangan.

Stats Wizard

Buat dan simpan grafik Anda sendiri

Gambar

Memahami sekilas mengenai pola perdagangan

Mitra

Menganalisis data mitra dari waktu ke waktu

Pelapor

Menganalisis data reporter dari waktu ke waktu

Seri Data

Membandingkan kuantitas, nilai dan harga

Supply Wizard

Mengikuti pasokan polimer global dan visualisasikan melalui bagan dan tabel interaktif.

Kapasitas Global

Memantau pabrik yang sudah ada dan baru

Berita Produksi

Mengikuti perubahan persediaan berdasarkan pabrik

Gambar

Memahami sekilas mengenai status persediaan

Kapasitas Offline

Mempelajari pemadaman kapasitas

Kapasitas Baru

Mempelajari penambahan kapasitas baru

Penutupan Pabrik

Mempelajari penutupan pabrik permanen

Saldo Persediaan

Menganalisa keseimbangan persediaan dari waktu ke waktu

Opsi Pilihan
Teks :
Kriteria Pencarian :
Teritori/Negara :
Kategori Produk/Produk :
Tipe Berita :
My Favorites:
Diterjemahkan oleh kecerdasan buatan.

Pelemahan pasar PP dan PE Indonesia semakin dalam seiring harga domestik terus turun; pemotongan bea impor masih menunggu lampu hijau

  • 03/06/2026 (03:20)
Pasar poliolefin Indonesia melanjutkan koreksi turun hingga Juni, dengan harga PP dan PE lokal semakin merosot dari rekor tertinggi yang tercapai pada pertengahan April. Penurunan terbaru terjadi setelah produsen domestik utama mengumumkan putaran pemotongan harga berikutnya, menegaskan tekanan bearish yang terus-menerus akibat lemahnya permintaan dan membaiknya kondisi pasokan.

Meskipun pelaku pasar terus memantau usulan Indonesia untuk menghapus bea impor pada resin plastik utama, belum ada keputusan resmi yang diimplementasikan. Rencana tersebut masih dalam pembahasan, sehingga pasar belum mendapat kepastian akan waktu dan cakupan potensi perubahan tarif.

Menurut data ChemOrbis Price Index, harga PP dan PE lokal masih jauh di atas level pra-perang meskipun terjadi koreksi tajam selama enam minggu terakhir. Namun, kecepatan dan besarnya penurunan menunjukkan bahwa reli luar biasa yang dipicu oleh gangguan pasokan dan kekhawatiran geopolitik sebagian besar telah terhapus.

Produsen utama lanjutkan revisi harga turun

Menurut para pedagang, produsen utama di Indonesia mengumumkan penurunan harga baru untuk penawaran PP dan PE domestik pada 1 Juni, menandai putaran kesembilan secara berturut-turut dengan harga stabil hingga lebih rendah sejak akhir April.

Penurunan mingguan pada segmen PE mencapai IDR550.000/ton ($31/ton) untuk LLDPE injection, IDR590.000/ton ($33/ton) untuk LLDPE film, dan IDR740.000/ton ($42/ton) untuk HDPE film.

Sementara itu, jenis PP mengalami penyesuaian yang lebih tajam. Produsen memotong penawaran sebesar IDR2.870.000/ton ($161/ton) untuk PP block copolymer injection, IDR1.670.000/ton ($94/ton) untuk homo-PP film, IDR970.000/ton ($54/ton) untuk BOPP film, IDR840.000/ton ($47/ton) untuk PPRC injection, dan IDR470.000/ton ($26/ton) untuk homo-PP raffia dan injection.

Pemangkasan terbaru ini semakin menambah rangkaian panjang pemotongan harga yang dimulai segera setelah pasar lokal menyentuh rekor tertinggi pada bulan April.

Kenaikan historis berbalik menjadi koreksi tajam

Data ChemOrbis Price Index menunjukkan besarnya reli sebelumnya dan koreksi yang sedang berlangsung.

Di antara jenis PP, harga local homo-PP raffia dan injection menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa pada pertengahan April. Sejak saat itu, rata-rata harga mingguan telah turun secara kumulatif sebesar 34%. Bahkan setelah penurunan tajam ini, harga masih 36% lebih tinggi dibandingkan periode sebelum konflik Timur Tengah muncul pada akhir Februari.

Koreksi juga semakin tajam pada segmen PE. Harga HDPE film, yang juga mencapai rekor tertinggi pada pertengahan April, telah turun 27% dari puncaknya. Namun demikian, harga tersebut masih 59% di atas level pra-perang.

LLDPE film mencatatkan penurunan terdalam di antara jenis utama yang dipantau. Harga telah merosot 29% dari puncaknya di pertengahan April, meski masih bertahan 54% di atas level sebelum konflik.

Data tersebut mengindikasikan bahwa walaupun sebagian besar kenaikan akibat perang telah terhapus, pasar belum sepenuhnya kembali ke harga pra-krisis.


Pasar PP dan PE lokal Indonesia: Dari rekor tertinggi ke fase koreksi
ProdukWaktu/status puncakKenaikan dari level pra-perang (W9-W17)Penurunan dari puncakLevel saat ini vs pra-perang
Homo-PP raffia & inj.Pertengahan April - Rekor tertinggi100%-34%+36%
LLDPE filmPertengahan April - Rekor tertinggi112%-29%+54%
HDPE filmPertengahan April - Rekor tertinggi113%-27%+59%
Usulan bea impor tetap jadi sorotan utama

Salah satu perkembangan yang paling dicermati tetaplah usulan pemerintah untuk mengurangi atau menghapus bea impor bahan baku, termasuk PP, HDPE, dan LLDPE.

Namun, meskipun ramai diperbincangkan di pasar, usulan tersebut belum secara resmi disahkan. Pelaku pasar masih menanti pengumuman pasti dari otoritas, dengan ketidakpastian berkisar pada jadwal implementasi dan struktur akhir dari kebijakan tersebut.

Jika disetujui, usulan ini diperkirakan akan meningkatkan daya saing impor dari negara pemasok utama non-ASEAN seperti Saudi Arabia, UAE, AS, China, dan South Korea, yang berpotensi menambah pasokan impor serta meningkatkan persaingan di pasar domestik.

Untuk saat ini, perubahan kebijakan yang diantisipasi masih menjadi kemungkinan di masa depan, bukan sebagai penggerak pasar yang aktif.

Prospek pasokan membaik meski HDPE masih terbatas

Di luar perdebatan tarif, fundamental pasar tetap cenderung bearish.

Kondisi pasokan domestik membaik seiring normalisasi pengiriman oleh PT Chandra Asri setelah sempat terganggu akibat terbatasnya bahan baku dan masalah logistik. Ketersediaan domestik yang lebih stabil telah mengurangi keketatan yang sebelumnya mendorong lonjakan harga agresif.

Kendati demikian, kondisi pasokan belum sepenuhnya pulih di semua grade. Meski unit LLDPE milik Lotte Chemical Titan Nusantara diperkirakan kembali beroperasi pertengahan Mei, pabrik HDPE-nya masih dalam proses shutdown terjadwal selama 30 hari. Akibatnya, ketersediaan HDPE mungkin masih lebih terbatas dibandingkan poliolefin lainnya, walaupun kondisi pasar secara umum mulai longgar.

Pada saat yang sama, permintaan tetap lesu. Konverter masih melaporkan pemesanan lemah dan kesulitan meneruskan kenaikan biaya bahan baku kepada pengguna akhir. Aktivitas pembelian umumnya terbatas pada kebutuhan mendesak, sementara pembeli tetap berhati-hati meskipun harga telah terkoreksi.

Dengan perbaikan kondisi pasokan secara keseluruhan, permintaan yang belum menunjukkan pemulihan berarti, serta prospek pemangkasan bea impor yang masih membayangi pasar, pelaku makin memperkirakan adanya penyesuaian harga lebih lanjut dalam waktu dekat.

Peluang penurunan harga lanjutan belum tertutup

Kombinasi membaiknya ketersediaan domestik, minat beli yang hati-hati, dan kemungkinan pemotongan bea impor di masa depan terus menekan sentimen pasar, meski keterbatasan pasokan HDPE dapat sedikit menahan penurunan di segmen tersebut.

Walaupun harga sudah turun secara signifikan dari puncak historisnya, banyak pelaku menilai pasar belum mencapai titik terendah. Kecuali permintaan membaik secara signifikan atau terjadi gangguan pasokan baru, pasar PP dan PE Indonesia dapat tetap tertekan risiko penurunan lebih lanjut dalam beberapa minggu ke depan.

Gratis Trial
Login Anggota