Penawaran PE AS yang Agresif Memperketat Persaingan Harga di Asia Tenggara
Pelaku pasar mengatakan penurunan baru-baru ini lebih disebabkan oleh memburuknya minat beli dibandingkan oleh ketersediaan langsung yang melimpah, karena para konverter di kawasan ini terus mengalami kesulitan akibat margin yang tipis setelah membeli bahan pada level tinggi selama Maret dan April. Banyak konverter dikabarkan tidak mampu meneruskan kenaikan biaya resin ke pasar produk akhir di tengah pesanan yang lesu, sehingga mendorong manajemen persediaan yang hati-hati serta pengurangan tingkat operasi.
Penawaran AS Muncul di Bawah Level Harga Cina untuk Beberapa Grade
Penawaran baru asal AS muncul pada tingkat yang jauh lebih rendah pekan lalu, dengan beberapa harga turun hingga $180/ton dari pekan sebelumnya dan bahkan lebih rendah daripada penawaran HDPE film asal Cina di kisaran harga bawah. Strategi penetapan harga yang agresif ini memperkuat kekhawatiran akan adanya koreksi lanjutan, terutama di Vietnam, di mana pembeli tetap enggan untuk melakukan pembelian baru.
Seorang pedagang Vietnam mengatakan kondisi permintaan tetap lemah dan pembeli semakin khawatir terhadap risiko kerugian persediaan di tengah penurunan yang sedang berlangsung. “Meskipun kami tidak memegang persediaan besar, kami tetap memilih untuk menunda pembelian pengisian ulang karena harga mungkin akan turun lebih lanjut,” ujar pedagang tersebut. Sumber tersebut juga mencatat bahwa kargo AS dengan harga kompetitif mulai lebih tampak di pasar, sementara beberapa pedagang Cina mengekspor kembali material AS pada tingkat harga yang sangat rendah.
Koreksi terbaru mendorong kisaran harga LDPE film bagian bawah jatuh di bawah $1600/ton CIF, sementara HDPE film turun di bawah ambang penting $1300/ton, memperketat tekanan terhadap asal-usul pesaing. Dalam revisi terakhir, satu penawaran LDPE film harga rendah di $1500/ton CIF dikeluarkan dari rentang penilaian untuk lebih mencerminkan kondisi pasar secara luas.
Persaingan Antar Pemasok Semakin Ketat
Di saat yang sama, pemasok Cina terus memperluas kehadirannya di Asia Tenggara dengan penawaran harga yang kompetitif, didukung oleh posisi bahan baku yang nyaman serta pertumbuhan produksi yang berkelanjutan. Beberapa pelaku pasar menyebut material asal Cina makin menjadi penentu harga regional, memaksa pemasok lain menyesuaikan penawaran lebih agresif agar tetap kompetitif.
Minat beli terhadap kargo asal Timur Tengah dan Taiwan tetap lemah meskipun terbatasnya pasokan dari Timur Tengah masih terjadi. Sumber menyebut gangguan logistik yang terus-menerus serta kekhawatiran atas keterlambatan pengiriman tetap menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan pembelian, terutama karena pembeli memilih menghindari penimbunan persediaan di tengah tren penurunan harga.
Dengan pemasok dari AS, Cina, dan kawasan bersaing semakin ketat untuk pangsa pasar, para pelaku pasar menilai sentimen cenderung tetap hati-hati dalam waktu dekat, apalagi dengan mendekatnya masa lemahnya permintaan musiman dan konverter yang terus memprioritaskan pengelolaan inventaris ketimbang pembelian ke depan.
Lebih banyak berita plastik
Harga resin plastik (PP, LDPE, LLDPE ,HDPE, PVC, GPS; HIPS, PET, ABS), tren pasar polimer, dan lainnya- Harga minyak mentah melonjak karena premi perang kembali; akankah membalikkan keterpurukan polimer?
- UE terbitkan regulasi tarif, membuka lebar pintu untuk plastik AS bebas bea
- Penawaran Kompetitif dari Tiongkok dan Korea Selatan Seret Pasar PVC India Mendekati Level Pra-Perang
- Pasar Berjangka Dalian: PP, LLDPE, PVC, MEG – 25 Juni 2026
- Skor Premi Perang Asia Tenggara: PVC Hampir Normalisasi Sementara PP, PET, dan LDPE Masih Tetap Tinggi
- Statistik: China mengubah dinamika perdagangan PE saat ekspor April melonjak di tengah gangguan Timur Tengah
- Peneliti Jerman kembangkan sistem AI untuk melacak degradasi plastik
- Pembalikan Peran: Iran Mencari Polimer dari Türkiye di Tengah Gangguan Perang
- Harga PE AS Terkoreksi Setelah Mencapai Rekor Tertinggi; Koreksi Menyebar dari Asia ke Eropa dan Türkiye
- Dua bulan sejak perang: Tekanan China membalikkan reli polimer di Asia, retakan awal muncul di Türkiye, akankah Eropa mengikuti?

